berita2.com (Kupang, NTT): Asrama Brimob Polisi daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (12/5/2011) sekitar pukul 01.00 WITA dihi hari terbakar. Sedikitnya tujuh kamar barak di kompleks Asrama itu ludes dilahap api.
Belum diketahui penyebab terbakarnya tujuh gedung yang ditempati para anggota Brimob Polda NTT dan keluarganya tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun satu orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat terkena seng.
Kebakaran berawal dari dapur salah satu barak yang ditempati Brigpol Rahmat Ali berserta keluarganya. Api awalnya dilihat oleh istri Rahmat yang kebetulan belum tidur. Istrinya histeris melihat api dari dapur miliknya.
Rahmat Ali mengaku kaget dari tidurnya ketika mendengar istrinya berteriak histeris, lalu ia dengan cepat menuju ke dapur dan berupaya memadamkan api yang sudah membesar. "Saya mencoba menyiram api tersebut dengan air yang ada di ember, namun tidak berhasil," katanya kepada wartawan, Kamis (12/5).
Ia kemudian masuk kembali ke dalam rumahnya menyelamatkan kedua anaknya yang sedang tidur dan barang-barang berharga. Namun, ia hanya berhasil menyelamatkan ijasah. Sedangkan, barang berharga lainnya ludes terbakar. "Hanya ijasah yang berhasil saya selamatkan," katanya.
Angin yang bertiup cukup kencang menyebabkan api dengan cepat merambat ke enam gedung lainnya yang berada di asrama tersebut. Upaya penghuni asrama memadamkan api dengan alat seadanya tidak berhasil.
Bahkan, satu unit pemadaman kebakaran milik Pemerintah Kota Kupang yang tiba di lokasi tidak bisa berbuat banyak, karena tangki pemadam tidak berisi air. Tidak hanya itu alat penyemprotannya juga rusak.
Api baru berhasil dipadamkan, setelah beberapa mobil tangki milik Polda NTT dikerahkan untuk memadamkan api yang telah melahap tujuh gedung di asrama tersebut.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya