berita2.com (Kupang, NTT): Ribuan warga Dusun Oenoa, Desa Puna'a, Kecamatan Polen, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai krisis air bersih, setelah wilayah mereka dilanda longsor sejak Selasa 10 Mei 2011.
Akibatnya warga hanya bertahan dengan memanfaatkan air hujan untuk konsumsi dan mandi. "Warga disini sudah mulai krisis air bersih. Mereka hanya bertahan dengan minum air hujan," kata Edy, warga Kabupaten TTS yang dihubungi dari Kupang, Rabu (11/5/2011).
Hampir seluruh sumur warga di desa tersebut tertimbun longsor yang melanda wilayah itu.Longsor juga mengakibatkan 55 warga desa itu mengungsi, karena rumah mereka tertimbun material longsoran. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Menurut Edy, longsor juga memutuskan ruas jalan dari So'e, ibu kota Kabupaten TTS ke lokasi longsoran. "Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah bagi korban longsoran," katanya.
Terputusnya akses jalan itu mengakibatkan bantuan bahan makanan dan air bersih dari pemerintah tidak bisa disalurkan kepada pengungsi.
Warga yang mengungsi tersebut, kata Edy, ada yang sempat membawa perabot rumah tangga, termasuk membongkar rumah mereka seperti pintu, balok, dan atap.
Dia menambahkan, areal longsoran telah mencapai lima kilometer lebih dengan kedalaman sekitar 100 meter. Namun, hanya Dusun Oenoa yang terkena longsor, sedangkan lokasi longsoran lainnya terjadi di kebun masyarakat. "Ratusan hektare tanaman pertanian dan perkebunan dipastikan rusak," katanya.