berita2.com (Kupang, NTT): Pemerintah Provinsi NNTT akan membicarakan dengan Pemerintah Kabupaten Belu soal solusi permanen menghadapi Benenain yang meluap setiap tahun dan menelan korban jiwa dan harta benda. Satu-satunya solusi pemanen adalah relokasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Fransiskus Salem, mengatakan itu saat ditemui, Kamis 5 Mei 2011. Salem ditanya langkah yang dilakukan pemerintah provinsi dalam mengatasi beberapa daerah rawan bencana di NTT terutama Benenain.
Namun, kata Salem, relokasi itu membutuhkan waktu dengan pola pendekatan yang tetap. Pemerintah perlu menyiapkan waktu bertahun-tahun menyosialisasikan program relokasi agar masyarakat yang sering tertimpa bencana menyadarinya. Dengan kesadaran itu, katanya, warga rela meninggalkan rumah dan kebun untuk menempati lokasi yang aman.
"Sebaiknya kawasan sekitar Benenain cukup dijadikan kebun atau lahan pertanian, sedangkan pemukiman di tempat lain," kata Salem.
Menurut Salem, relokasi merupakan cara permanen menghindari korban jiwa dan harta benda yang terjadi hampir setiap tahun. Untuk itu warga perlu diberi perhatian agar kedepan anak dan cucu mereka selamat dan bebas dari ancaman bencana.
Salem menjelaskan, untuk penanganan jangka pendek tanggul pengaman harus dibangun lebih baik dan lebih kuat. Tanggul yang sudah retak bahkan rusak harus segera diperbaiki.
Untuk hal ini Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Belu harus bersinergi memperjuangkan dana-dana khusus dari pemerintah pusat. Kondisi APBD, baik provinsi maupun kabupaten belum mampu mengatasi masalah yang membutuhkan dana besar tersebut.
Warga juga diharapkan membangun rumah panggung agar selamat dari banjir yang sering menelan korban jiwa. Jika semua warga membangun rumah panggung, kata Salem, korban jiwa dan harta benda dapat diminimalisir.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya