berita2.com (Kupang, NTT): Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur (BPS NTT) mencatat kelompok bahan makanan ransp andil terhadap deflasi atau perubahan harga barang dan jasa pada April 2011 di Kota Kupang dan Maumere, Kabupaten Sikka, di Provinsi tersebut.
Kelompok yang ransp andil terbesar dalam pembentukan deflasi Provinsi NTT April 2011 adalah Kelompok Bahan Makanan yaitu sebesar -0,2774 persen, kata Kepala BPS NTT Poltak Sutrisno Siahaan di Kupang, Rabu 4 April 2011.
Setelah bahan makanan, diikuti oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar yang memberikan andil -0,0195 persen, dan kelompok sandang -0,0176 persen.
Sedangkan kelompok yang memberikan andil positif adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0174 persen, kelompok kesehatan 0,0162 persen.
Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga juga ransp andil 0,0435 persen dan kelompok ransport, komunikasi dan jasa keuangan memberikan andil sebesar 0,0118 persen.
Dia menyebut beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga diantaranya adalah bawang putih, ikan merah, sewa rumah, daging ayam ranspo, ikan teri, ikan selar, buku tulis bergambar, ranspor berwarna, dan lain-lain.
Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah beras, bawang merah, wortel, tomat sayur, cabe rawit, besi beton, pisang, cabe merah, keramik, ransp, dan sebagainya.
Khusus untuk Kota Kupang, katanya beberapa kelompok komoditas memberikan andil terbesar terhadap pembentukan deflasi April 2011 adalah kelompok bahan makanan yaitu sebesar -0,3472 persen diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar -0,0225 persen, dan kelompok sandang -0,0211 persen.
Sedangkan kelompok yang memberikan andil positif adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0066 persen, kelompok kesehatan 0,0141 presen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,0514 persen, dan kelompok ransport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0156 persen.
“Komoditas yang mengalami kenaikan harga di Kota Kupang antara lain bawang putih, ikan merah, sewa rumah, daging ayam ranspo, buku tulis bergaris, ikan teri, ranspor berwarna, angkutan udara, dan sebagainya,” katanya.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga di Kota Kupang yaitu beras, bawang merah, wortel, tomat sayur, pisang, besi beton, keramik, cabai merah, ransp, dan lain-lain.
“Deflasi pada April 2011 di Kota Kupang terutama dipicu oleh turunnya indeks harga beberapa kelompok pengeluaran, antara lain kelompok bahan makanan -1,05 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar -0,09 persen, dan kelompok sandang -0,54 persen.
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami perubahan indeks harga sebesar 0,05 persen, kelompok kesehatan 0,41 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,95 persen, dan kelompok ransport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya