berita2.com (Kupang,NTT): Bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan cadangan beras bencana alam di daerah itu tersisa 68 Ton.
"Cadangan beras bencana yang tersisa di gudang Dinsos NTT sebanyak 68 ton," kata Kepala Dinas Sosial NTT, Sinun Piter Manuk kepada wartawan di Kupang, Jumat 29 April 2011.
Bencana Alam sejak Maret lalu melanda sejumlah wilayah di NTT diantaranya, banjir bandang di Kabupaten Belu yang menyebabkan ribuan warga mengungsi, banjir di Kabupaten Kupang yang merendam ratusan areal persawahan petani serta longsor di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang menyebabkan jalan Trans Timor Putus.
Menurut dia, bencana terparah yakni banjir yang melanda Kabupaten Belu, mengakibatkan ribuan warga mengungsi. Karena itu, pihaknya telah melakukan langkah intervensi dengan menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi korban banjir Belu, berupa beras 5 ton dan dana Rp300 juta yang diserahkan Gubernur NTT. "Banjir masih terus terjadi di daerah itu," katanya.
Selain stok beras itu, kata dia, pemerintah Kabupaten/kota masih mempunyai stok beras bencana sebanyak 100 ton/tahun yang bisa digunakan mengitervensi bencana yang terjadi di daerahnya.
Dia mengatakan, beras bencana yang tersisa sebanyak 68 ton ini tidak mencukupi untuk mengatasi bencana sosial yang bakal melanda daerah ini pasca bencana alam. "Beras yang ada sangat kurang, sehingga butuh intervensi dari pemerintah pusat," katanya.
Bencana sosial yang bakal melanda, tambahnya, yakni rawan pangan, karena hampir sejumlah daerah di NTT mengalami gagal tanam dan gagal panen akibat bencana. "Kita akan minta tambahan beras ke pemerintah pusat," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya