berita2.com (Kupang, NTT): Gubernur Nusa Tengara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, mengatakan, pihaknya masih mendata kerugian akibat kebakaran kantor lama Gubernur NTT, Senin (25/4) lalu, sehingga belum bisa diumumkan kepada publik.
“Kami tidak mau gegabah menyampaikan berapa besar kerugian akibat musibah itu, karena jika terlalu besar jumlahnya nanti dinilai berlebihan, tetapi jika terlalu sedikit juga akan mengurangi jumlah kerugian sebenarnya,” kata Lebu Raya di Kupang, Rabu 27 April 2011.
Menurutnya, dirinya sudah meminta delapan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kepala Perwakilan BPK Kupang dan pimpinan UNICEF perwakilan NTT, untuk menghitung jumlah kerugian secara rinci, sehingga bisa diperoleh berapa besar kerugian yang diderita akibat kebakaran tersebut.
Dia mengatakan, selain mendata kerugian,dirinya sudah meminta Sekda Provinsi, Fransiskus Salem, untuk mendata jumlah gedung kantor yang ada di lingkungan Pemprov NTT, yang selanjutnya akan diasuransikan.
“Ke depan semua gedung kantor yang ada. Kita asuransikan, sehingga jika terjadi musibah serupa, tidak memusingkan pemerintah daerah untuk mengalokasikan dana pembangunan gedung baru,” katanya.
Dia juga membenarkan, Pemerintah Provinsi NTT telah meminta Bupati Kupang, untuk meminjam pakai bekas gedung kantor pemerintah kabupaten tersebut, yang ada di Kota Kupang, bagi sembilan instansi yang gedung kantornya terbakar.
“Kami sudah menyurati Bupati Kupang, untuk tujuan dimaksud. Hal ini demi tidak terhambatnya aktivitas pada intansi-instansi tersebut dan pelayanan kemasyarakat bisa dilaksanakan secepatnya,”katanya.
Menurutnya, kepastian dipakai tidaknya gedung kantor pinjaman dari kabupaten Kupang, baru bisa diketahui akhir minggu ini.”Kita berharap lebih cepat lebih baik, karena ini berkaitan dengan masalah pelayanan publik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Pendapatan Daerah NTT wilayah Kota Kupang, Sipri Kelen,yang kantornya ludes terbakar , menjelaskan, persiapan peralatan pelayanan pajak kendaraan bermotor sudah mencapai 80 persen.
"Sekarang petugas sedang menginstalasi berbagai peralatan yang diperlukan untuk keperluan operasional Samsat," ujar Kelen.
Samsat merupakan salah satu dari delapan kantor instansi pemerintah yang berada di kompleks bekas kantor Gubernur NTT, turut terbakar Senin (25/4/2011) pagi. Sejak peristiwa itu, pelayanan terhenti.
Sipri Kelen memasikan hari Kamis (28/4) warga sudah bisa membayar pajak kendaraan bermotor di kantor samsat sementara di Jalan Suprapto, Oebobo.
Di kantor sementara itu, sudah terpasang tenda sebagai tempat pelayanan kepada warga. Di dalam tenda, ditempatkan kursi- kursi.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya