berita2.com (Kupang, NTT): Sebanyak 48 siswa sekolah menengah pertama (SMP) Kelas Jauh Sadi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, rela menginap di SMP Negeri 1 Atambua untuk mengikuti ujian nasional.
"Mereka diinapkan di SMP Negeri 1 (sebagai sekolah induk) karena tempat tinggal mereka jauh," kata Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Atambua, Leonardus Un, Selasa 26 April 2011.
Menurut Leonardus, siswa SMP Kelas Jauh Sadi yang diinapkan itu berasal dari Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, sekitar 20 kilometer Kota Atambua, ibu kota Kabupaten Belu. Mereka menginap sejak Minggu, sehari sebelum pelaksanaan ujian digelar.
Para siswa tersebut menempati aula sekolah dengan alas tidur seadanya. Cara ini dipastikan siswa tidak terlambat mengikuti ujian. "Kami ingin seluruh siswa dapat mengikuti ujian hingga selesai," katanya.
Leonardus mengatakan aktivitas dan bimbingan belajar dari para siswa yang menginap juga dipantau oleh para guru dan orang tua yang turut mendampingi mereka. Biaya penginapan dan kebutuhan lain menjadi tanggungan sekolah dan orang tua murid.
Pihak sekolah, kata Leonardus, menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS).
“Semua kebutuhan mereka tercukupi, sehingga mereka hanya fokus untuk belajar,” katanya.
Jumlah peserta ujian di SMP Negeri 1 Atambua sebanyak 347 siswa, termasuk 48 siswa dari SMP Kelas Jauh Sadi. Tercatat 2 siswa tidak mengikuti ujian karena meninggal dunia dan pulang kampung ke Timor Leste.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
berita2.com (Kupang, NTT): Sebanyak 48 siswa sekolah menengah pertama (SMP) Kelas Jauh Sadi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, rela menginap di SMP Negeri 1 Atambua untuk mengikuti ujian nasional.
"Mereka diinapkan di SMP Negeri 1 (sebagai sekolah induk) karena tempat tinggal mereka jauh," kata Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Atambua, Leonardus Un, Selasa 26 April 2011.
Menurut Leonardus, siswa SMP Kelas Jauh Sadi yang diinapkan itu berasal dari Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, sekitar 20 kilometer Kota Atambua, ibu kota Kabupaten Belu. Mereka menginap sejak Minggu, sehari sebelum pelaksanaan ujian digelar.
Para siswa tersebut menempati aula sekolah dengan alas tidur seadanya. Cara ini dipastikan siswa tidak terlambat mengikuti ujian. "Kami ingin seluruh siswa dapat mengikuti ujian hingga selesai," katanya.
Leonardus mengatakan aktivitas dan bimbingan belajar dari para siswa yang menginap juga dipantau oleh para guru dan orang tua yang turut mendampingi mereka. Biaya penginapan dan kebutuhan lain menjadi tanggungan sekolah dan orang tua murid.
Pihak sekolah, kata Leonardus, menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS). “Semua kebutuhan mereka tercukupi, sehingga mereka hanya fokus untuk belajar,” katanya.
Jumlah peserta ujian di SMP Negeri 1 Atambua sebanyak 347 siswa, termasuk 48 siswa dari SMP Kelas Jauh Sadi. Tercatat 2 siswa tidak mengikuti ujian karena meninggal dunia dan pulang kampung ke Timor Leste.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya