berita2.com (Kupang, NTT): Sebanyak 145 siswa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Kamis (21/4) tidak mengikuti UN. Dengan berbagai alasan, seperti sakit, hamil dan alasan lainnya.
"Laporan ke kami, hingga hari terakhir UN sebanyak 145 siswa yang tidak mengikuti UN sejak awal," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTT, Thobias Uly kepada wartawan di Kupang, Kamis 21 April 2011.
Pada hari terakhir ini sekolah masih melaksanakan satu mata pelajaran UN, yakni Fisika untuk jurusan IPA, Ekonomi untuk IPS, Bahasa Asing jurusan Bahasa dan Tafsir untuk jurusan Keagamaan.
Menurut dia, para siswa yang tidak mengikuti UN dengan berbagai alasan, seperti sakit, hamil dan alasan lainnya, akan diakomodir pada Ujian Susulan yang akan digelar 25 April 2011.
Seperti di Sumba Barat, seorang siswa salah satu sekolah di daerah itu dilarang mengikuti Ujian Nasional (UN), karena hamil.
"Walaupun hamil, sekolah harus memberikan kesempatan kepada siswa itu untuk mengikuti ujian susulan," katanya.
Dia mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan 145 siswa ini untuk mengikuti ujian susulan. "Tidak boleh ada yang dikorbankan. Siswa yang tidak ikut UN harus tetap diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian susulan," katanya.
Dia menambahkan, pihaknya menargetkan prosentase kelulusan UN mencapai 95 persen yang akan diumumkan 16 Mei 2011 mendatang. "Kita targetkan 95 persen kelulusan di daerah ini," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya