berita2.com (Kupang, NTT): Hujan lebat yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Rabu dini hari 20 April 2011 akibat dari badai errol menyebabkan ratusan rumah di Kelurahan Oesao, Desa Oesao dan Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang terendam banjir.
Sedikitnya 200 rumah di kelurahan itu terendam banjir akibat melupanya Sungai Oesao di kelurahan itu. Tidak hanya itu, banjir juga merendam sekitar 900 hektare lahan pertanian warga, dan menghanyutkan ratusan hewan peliharaan.
Banjir yang melanda wilayah itu yang terjadi mendadak menyebabkan warga korban banjir tidak dapat menyelamatkan barang-barang berharga mereka yang turut terendam banjir. Bahkan, sebagian warga harus dievakuasi dari lokasi banjir dengan ketinggian mencapai 1,5-2 meter.
"Banjir melanda sejak pagi sehingga kita tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga yang ada," kata salah seorang warga Desa Oesao, Riflan Hayon kepada wartawan di lokasi banjir, Rabu 20 April 2011.
Dalam sepekan ini, menurut dia, banjir sudah melanda wilayah kitu sebanyak dua kali. Namun, banjir kali ini lebih parah dar sebelumnya. "Banjir kali ini lebih besar dari sebelumnya," katanya.
Selain merendam pemukiman warga, banjir tersebut juga merendam sedikitnya 900 hektare tanaman padi milik petani yang siap panen. Akibatnya daerah itu ternacam gagal panen tahun ini.
Sementara itu, di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Timur banjir juga merendam sedikitnya 50 rumah dan ratusan hektare tanaman padi yang juga siap panen.
"Banjir yang terjadi akibat meluapnya kali kecil di desa itu," kata Tomi Da Silva, warga setempat.
Banjir juga menyebabkan ruas jalan Trans Timor yang menghubungkan antara Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Timor Leste tergenang air setinggi 1 meter, sehingga pengguna jalan harus ekstra hati-hati melintas.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya