berita2.com (Kupang, NTT): Presiden Direktur Lippo Group, Theo L Sambuaga mengatakan, kehadiran perusahan itu di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan wujud komitmen manajemen Lippo untuk memberdayakan masyarakat di daerah ini.
"Melalui Yayasan Pelita Harapan (Lippo Group) bekerjasama Sidone GMIT, membawa misi pemberdayaan guna meningkatkan kualitas pendidikan, ekonomi hingga kesehatan di daerah ini," katanya di Kupang, Minggu (17/4).
Karena itu, pihak Lippo Grup meminta dukungan nyata dari jajaran pemerintah dan masyarakat NTT untuk menyukseskan tujuan misi tersebut.
Di bidang kesehatan katanya, pihaknya akan membangun Rumah Sakit (RS) Siloam bertaraf internasional.
RS ini nantinya akan menggunakan sejumlah alat-alat kesehatan yang didatangkan khusus dari Amerika.
Dia mengatakan ketertarikan manajemen Lippo menanamkan modalnya di NTT, karena daerah ini memiliki sejumlah potensi yang bisa dikembangkan. "Ya, potensi SDM dan potensi alam NTT sangat besar untuk dikelola. Dan, itu butuh keperpihakan semua pihak untuk mengembangkannya," katanya.
Sementara itu Direktur Utama Lippo Grup James Riyadi, mengatakan, 30 hingga 50 tahun ke depan, pusat aktivitas bisnis Asia akan berada di Kawasan Timur Indonesia (KTI), termasuk Provinsi NTT, sehingga peluang ini perlu ditangkap dengan berbagai persiapan seperti SDM dan kebijakan teknis lainnya.
"Ini arus yang tidak bisa dibendung. Sebuah barang tidak lagi diproduksi di tempat dimana barang itu dipasarkan, tapi dibuat di lokasi dimana barang itu memiliki banyak bahan bakunya. Pergeseran investasi tidak bisa dibendung, dan fenomena ini terus diamati manajemen Lippo," katanya.
Dia mengatakan, salah satu tujuan pembangunan pusat perdagangan Lippo di NTT, agar NTT bisa menghadapi ancaman pasar bebas, sehingga dukungan semua pihak bagi manajemen Lippo sangat diperlukan.
"Kita mulai bekerja enam bulan ke depan lagi, karena harus urus perijinan dan keperluan lainnya. Dan dua tahun ke depan Super Mall diharapkan sudah bisa digunakan," katanya.
Dia menuturkan nilai investasi yang direncanakan terkait pembangunan pusat perdagangan serta RS Siloam International ini, mencapai Rp500 miliar.