berita2.com (Kupang, NTT): Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur membutuhkan dana sekitar Rp455 miliar untuk memulihkan kondisi ruas jalan nasional di provinsi kepulauan itu.
Kebutuhan dana tersebut belum termasuk untuk kebutuhan pelebaran jalan, di mana 50 persen lebar jalan nasional di wilayah itu masih di bawah enam meter dan pemeliharaan jalan nasional yang mulai mengalami kerusakan, kata Kepala Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) NTT, Ferdy Kana Lo, di Kupang, Sabtu 16 April 2011.
Hal itu dikemukakannya atas pertanyaan seputar kondisi ruas jalan nasional dan kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk memulihkan jalan nasional di Nusa Tenggara Timur.
Menurut dia, ruas jalan nasional di Nusa Tenggara Timur sepanjang 1.406,681 km, terdiri atas 745.192 km di Pulau Flores, 370.882 km di Pulau Timor, 178.227 km di Pulau Sumba dan 112.330 km ada di Pulau Alor.
Dari total ruas jalan nasional yang ada di daerah itu, sekitar 13 persen dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat. Sisanya dalam kondisi mantap dan hanya membutuhkan biaya untuk perawatan dan pelebaran, katanya.
"Supaya kondisi ruas jalan ini bisa mantap dalam arti baik dan sedang, maka dibutuhkan anggaran sekitar Rp455 miliar, dengan asumsi satu km membutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar," katanya.
Mengenai kerusakan jalan nasional terparah di NTT, ia mengatakan, kerusakan terparah terdapat di Kabupaten Alor yakni di ruas jalan Taramana-Lantoka-Maritaing yakni sepanjang sekitar 46,5 km yang terdiri atas 26 km rusak berat dan sisanya rusak ringan.
Selain itu, ruas jalan nasional yang juga mengalami kerusakan serius adalah ruas Ruteng-Reo-Kedindi di Kabupaten Manggarai sepanjang 25,5 km yakni 7,5 km dalam kondisi rusak berat dan 18 km lainnya rusak ringan.
"Ruas jalan nasional di dua wilayah ini yang mengalami kerusakan paling panjang. Ruas jalan nasional lain yang juga mengalami kerusakan itu adalah ruas Ende-Aegela di Kabupaten Ende, Malwatar-Labuhan Bajo di Manggarai Barat dan Waerunu, batas Kota Larantuka," katanya.
Hanya saja, kerusakan jalan di tiga kabupaten ini masing-masing hanya sepanjang sekitar 6,5 km dan rata-rata masih dalam kondisi baik. Itu juga hanya mengalami kerusakan ringan sehingga tidak terlalu mengganggu arus lalulintas yang menghubungkan wilayah-wilayah di Pulau Flores, katanya.
Kana Lo, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Perencanaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum NTT itu berharap, paling lambat 2013, semua ruas jalan nasional di wilayah yang berbatasan darat dengan Negara Timor Leste dan laut dengan Australia itu sudah bisa dalam kondisi mantap atau dalam kondisi baik dan sedang.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya