berita2.com (Kupang, NTT): Pemerintah pusat mengalokasikan dana sekitar Rp728 miliar dalam anggaran pendapatan dan belanja negara 2011 untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Dana tersebut dimanfaatkan untuk membiayai pemeliharaan rutin, berkala, dan pelebaran jalan serta penggantian dan pembangunan jembatan baru di provinsi kepulauan itu,” kata Kepala Dinas Pekerjaaan Umum NTT, Andre W. Koreh, di Kupang, Sabtu 16 April 2011
Dia menjelaskan, untuk biaya pemeliharaan rutin jalan sepanjang 1.223 km dialokasikan dana sebesar Rp48,781,256 miliar, pemeliharaan berkala sepanjang 56,30 km dialokasikan anggaran sebesar Rp70,673,290 miliar dan pelebaran jalan sepanjang 228,92 km dialokasikan dana sebesar Rp543,087,224 miliar.
Khusus untuk pembangunan infrastruktur jembatan di NTT, dia mengatakan, tahun ini dialokasikan anggaran sekitar Rp66 miliar.
Dana sebesar itu terdiriatas dana perawatan rutin sebesar Rp4,254,650 miliar, berkala Rp21,574,999 miliar dan penggantian Rp25,454,481 miliar dan pembangunan jembatan baru sepanjang 500 meter senilai Rp15 miliar.
Andre menambahkan, bantuan dana yang bersumber dari APBN ini tidak hanya dimanfaatkan untuk penanganan pada ruas jalan nasional tetapi juga pada ruas jalan strategis nasional.
Ruas jalan strategis nasional ini adalah ruas jalan provinsi, kabupaten/kota dan non status yang menurut provinsi memiliki nilai strategis dan berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional.
Ruas jalan strategis nasional sendiri, kata dia, sepanjang 1.068,67 km yang juga membutuhkan perhatian pemerintah pusat.
"Jadi alokasi anggaran memang cukup besar dari ABPN tetapi tidak hanya dikonsentrasikan untuk penanganan ruas jalan nasional. Sebagian dialokasikan untuk pembangunan ruas jalan ruas strategis nasional," katanya.
Kata dia,untuk 2012, pihaknya mengusulkan anggaran tetapi kemungkinan NTT hanya mendapat alokasi Rp 600 miliar.”Estimasi sementara Rp 600 miliar. Kami harapkan masih ada tambahan karena kami membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk infrastruktur jalan dan jembatan, baik jalan nasional maupun jalan strategis nasional," tambahnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya