berita2.com (Kupang, NTT): Bentrokan antarsuku yakni Gendang Langke Norang dengan Gendang Hero Koe di Desa Ruang, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu kemarin, mengakibatkan tiga orang tewas, dan 11 orang luka-luka.
"Tiga orang tewas dan 11 lainnya hingga kini masih dirawat di rumah sakit Ruteng karena mengalami luka-luka," kata Kapolres Manggarai, Ajun Komisaris Besar Hambali saat dihubungi dari Kupang, Kamis 14 April 2011.
Tiga korban tewas itu yakni Matias Jemali, 70, Perus Jemali, 40, dan Geraldus Jabut, 54 tahun. Ketiganya jenasah kini telah diserahkan ke keluarga, setelah dilakukan visum.
Awalnya, jelas Hambali, suku Gendang Langke Norang yang dikenal dengan nama anak rona (ipar dari garis keturunan laki-laki) sedang menggelar ritual di pekuburan leluhur dengan maksud merenovasi kuburan itu secara permanen.
Namun, tindakan itu ternyata tidak diterima suku Gendang Hero Koe atau anak wina (ipar dari garis keturunan perempuan), karena rencana renovasi itu tidak melibatkan mereka.
Akibatnya terjadi kesalahpahaman antarkedua suku yang berkeluarga ini sehingga terjadi bentrokan yang menyebabkan tiga orang tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka.
Bentrokan itu, katanya, terjadi sekitar pukul 11.00 WITA, namun polisi baru menerima laporan pada pukul 12.00 WITA, karena lokasi yang terpencil, sehingga aparat kepolisian baru tiba sekitar Pukul 13.30 WITA. Setelah tiba di lokasi bentrokan sudah selesai. "Polisi hanya ditingkalkan 3 mayat itu, dan korban luka-luka," katanya.
Dia menambahkan, polisi kesulitan mendapatkan informasi dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), karena masyarakat melakukan aksi tutup mulut dan tutup pintu. "Tidak ada yang mau bicara, bahkan rumah mereka semua ditutup," katanya.
Dia mengaku, pihaknya belum mengetahui mana yang jadi tersangka atau korban, karena korban juga tersangka, tersangka korban juga. Karena mereka saling menyerang.
Untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan, maka aparat kepolisian melokalisir kedua suku yang bertikai dengan menempatkan anggota polisi, yakni 1 SST Dalmas, 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob, dan 15 anggota polsek untuk memulihkan situasi itu.
"Polisi masih terus berjaga di lokasi tersebut untuk menghindari terjadinya bentrokan susulan," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya