berita2.com (Kupang, NTT): Sebanyak enam desa di Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali dilanda banjir setelah banjir serupa terjadi akhir Maret lalu.
Enam desa yang terkepung banjir yakni Desa Fafoe, Lasaen, Umato'os, Sikun, Oanmane dan Motaain. Warga di enam desa yang terisolir ini membutuhkan bantuan makanan.
"Kami terkepung banjir sehingga tidak bisa pergi ke mana-mana, termasuk mengambil bantuan di kantor camat," kata Kepala Desa Fafoe Yoseph Seran Klau yang dihubungi Senin 11 April 2011.
Menurut dia, Sabtu lalu terjadi dua kali banjir susulan dengan ketinggian 1,5-2 meter, sedangkan kemarin terjadi satu kali banjir susulan. Banjir yang terjadi Ahad siang cukup tinggi sehingga membuat warga panik. Banjir susulan itu terjadi karena meluapnya sungai Benanain akibat jebolnya tanggul penahan.
Warga enam desa yang terisolir, lanjut dia, membutuhkan perahu karet untuk mengambil bantuan di kantor camat setempat sekitar 1,5 kilo meter dari desanya.
Saat ini, kata dia, warga masih bertahan dengan makan mie instan, pisang, umbi dan kelapa. Dia khawatir warga di desa akan menderita kelaparan, jika bantuan makanan tidak segera dikirim ke desanya.
Wakil Bupati Belu, Ludovikus Taolin mengatakan, Pemerintah Belu telah menyalurkan bantuan sebanyak 2 ton beras, makanan siap saji, terpal, dan tikar sejak awal April lalu setelah banjir melanda belasan desa di kabupaten itu.
Hari ini, menurut dia, pihaknya kembali menyalurkan bantuan beras sebanyak 1 ton. Satu unit regu Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan satu unit perahu karet yang dapat digunakan disiapkan untuk mengevakuasi warga yang terkepung banjir ke tempat pengungsian. "Bantuan sudah kita salurkan untuk membantu warga korban banjir, dan warga di tempat pengungsian," katanya.