berita2.com (Kupang, NTT): Wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini sedang mengalami peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau. Indikasi peralihan musim itu tampak dari arah angin yang mulai tidak beraturan dan hujan secara sporadis dan lokal.
Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Klas II Lasiana-Kupang, Ir. Purwanto, Sabtu 9 April 2011.
Menurut Purwanto, wilayah NTT saat ini mulai mengalami pancaroba sehingga hujan mulai terjadi pada pagi atau malam hari. Sedangkan arah angin cukup memberi indikasi mulai terjadi peralihan musim.
"Meski peralihan itu belum tampk jelas, tapi sudah ada indikasi ke arah itu. Unsur yang paling menonjol memberi ciri adanya indikasi perubahan adalah arah angin dan curah hujan," jelasnya.
Dikatakannya, NTT sudah mengalami cuaca dan iklim yang ekstrim sejak 2010 lalu akibat adanya fenomena la nina dan sampai sekarang fenomena itu terus mempengaruhi cuaca di NTT. Arah angin yang biasanya dominan dari barat dan mengandung uap air, saat ini mulai ada pembelokan atau perubahan arah angin seperti dari arah utara dan tenggara.
"Ini juga karena fenomena la nina sudah melemah. Dan memang kita sudah prakirakan sejak tahun 2010, la nina moderat berpotensi sampai Maret atau April 2011 sehingga membuat cuaca menjadi ektrem," katanya.
Saat ini, lanjutnya, masih ada potensi hujan di NTT namun terjadi secara sporadis dan bersifat lokal.
"Kita tetap memantau perkembangan yang terjadi, terutama curah hujan untuk diinformasikan kepada masyarakat," ujarnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya