berita2.com (Kupang, NTT): Persediaan pangan untuk penduduk Nusa Tenggara Timur (NTT), baik beras, jagung, dan umbi-umbian masih cukup untuk dua bulan ke depan.
"Secara umum, persediaan pangan masih cukup aman. Hal ini dilihat dari indikator kecukupan berdasarkan hasil analisis dan studi situasi pangan Provinsi NTT," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) NTT, Nico Bala Nuhan, di Kupang, Senin.
Persediaan pangan dimaksud adalah pangan beras sebanyak 80,334 ton dengan kebutuhan 38,254 ton/bulan dengan ketahanan cukup 2,1 bulan ke depan.
"Dari hasil pendataan persediaan beras yang bersumber dari produksi, stock cadangan di masyarakat serta sejumlah stok yang dikuasai oleh Badan Urusan Logistik (Bulog), maka jumlah persediaan beras hingga akhir Februari sekitar 80,334 ton," katanya.
Sedangkan pangan jagung persediaannya 47,602 ton untuk kebutuhan 14,877 ton/bulan atau cukup bertahan untuk 3,2 bulan ke depan.
Sementara umbi-umbian persediaannya 18,233 ton untuk kebutuhan 11,396 ton/bulan atau cukup bertahan untuk 1,6 bulan bulan ke depan serta pangan lainnya seperti gula pasir cukup untuk kebutuhan 0,9, terigu 3,7 bulan, minyak goreng cukup untuk 1,2 bulan ke depan.
Selain itu, kata dia daging sapi 0,9 bulan, daging ayam 1,0 bulan dan persediaan telur masih cukup untuk 0,8 bulan dan kedelai 1,1 bulan ke depan.
Selain itu, katanya jumlah cadangan pangan pemerintah Provinsi NTT sebanyak 3,233,21 ton dan ditambah dengan cadangan pangan pemerintah kabupaten/kota (cadangan pangan pemerintah pusat yang menjadi kewenangan bupati/walikota sebanyak 100 ton) yang hingga Februari 2011, masih tersedia di beberapa kabupaten.
Dia mengatakan selain persediaan pangan masyarakat dan pemerintah provinsi/kabupaten/kota, melalui APBD NTT 2010, juga telah dialokasikan dana untuk intervensi daerah rawan pangan sebesar Rp1,05 miliar atau setara degnan 175 ton beras dengan asumsi harga beras Rp6.000/kg atau sebesar Rp50 juta di 21 kabupaten/kota se-NTT.
"Dana tersebut, telah disalurkan kepada kelompok sasaran masyarakat yang mengalami rawan pangan," katanya.
Ia mengatakan di NTT, wilayah/desa yang beresiko rawan pangan sebagai dampak dari fenomena iklim (El-Nino dan La-Nino) di awal dan hingga akhir 2010 bahkan hingga Maret 2011 tersebar di 1.605 desa.
Terhadap masalah ini, kata dia, telah dilakukan langkah intervensi secara terpadu berupa pemberian bantuan pangan berupa beras miskin (Raskin), katanya.
Ia mengatakan, alokasi Raskin di NTT 2011 sebanyak 99,678,600 ton untuk untuk 553.770 Rumah Tangga Sasaran (RTS) yaitu sebanyak 15 kg/RTS per bulan.
"Sampai posisi 7 Pebruari 2011 telah tersalur sebanyak 1.531.560 ton (1,54 persen) dari total jumlah beras yang dikuasai oleh Divre Bulog NTT hingga tanggal 4 Pebruari sebanyak 34.236 ton.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


















