berita2.com (Kupang, NTT): Banjir yang melanda Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Minggu lalu terus meluas. Bahkan hingga hari ini banjir telah menerjang sedikitnya 17 desa yang tersebar di lima kecamatan.
"Banjir kini melanda belasan desa di lima kecamatan itu," kata Wakil Bupati Belu, Ludovikus Taolin, Kamis 31 Maret 2011.
Belasan desa yang terendam banjir itu adalah Desa Alas Selatan di Kecamatan Kobalima Timur. Desa Rainawe di Kecamatan Kobalima. Desa Fahiluka, Lawalu, Railor dan Naimana di Kecamatan Malaka Barat.
Lalu, Desa Forekmodok, Angkaes, Wederok dan Umalawain di Kecamatan Weliman, serta Desa Kleseleon, Motaulun, Umatoos, Lasaen, Fafoe, Sikun dan Oanmane di Kecamatan Malaka Tengah.
Banjir tersebut, menurut dia, terjadi akibat jebolnya tiga tanggul di bantaran sungai Benanain yang melintasi kecamatan tersebut. Selain itu merupakan banjir kiriman dari Kabupaten Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan. "Ada tiga tanggul penahan banjir yang jebol," katanya.
Dia mengatakan, sebagian warganya telah mengungsi dan ditampung di dua lokasi, yakni Kantor Camat Malaka Barat dan Pos Komando (Posko) banjir di Desa Motaulun.
Saat ini jumlah pengungsi yang memadati dua lokasi terus bertambah menjadi 594 orang atau 198 keluarga. Dari sebelumnya hanya sebanyak 469 orang atau 117 keluarga.
Saat ini mereka mengungsi ke Besikama, Ibu kota Kecamatan Malaka Barat, pasca jebolnya tanggul DAS Benenain. Ke-198 KK ini berasal dari Desa Lasaen 105 KK dan dari Desa Motaulun sebanyak 93 KK. Saat ini bantuan dari pemerintah maupun aparat TNI sudah diturunkan ke lokasi.
Wabup Ludovikus, menjelaskan, pasca banjir akibat dari jebolnya tanggul DAS Benenain, dirinya sudah turun ke lapangan untuk melihat dari dekat bencana alam yang dialami warga di wilayah itu.
Dari hasil pemantauannya, ada tiga titik tanggul yang jebol di Desa Motaulun yakni, di Dusun Motaulun Dato, Dusun Motaulun Babunuk, dan Dusun Kleik. Sedangkan di Desa Lasaen ada satu titik yakni di Dusun Umamota.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya