berita2.com (Kupang, NTT): PT Bank Nusa Tenggara Timur (NTT), menyiapkan dana sebesar Rp 66 miliar untuk mendukung program peternakan sapi di daerah tersebut.Dana itu akan dimanfaatkan untuk pembibiatn dan penggemukan Sapi Timor.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, kepada wartawan di Kupang, Jumat.
Menurut Tagu Dedo, dana sebesar Rp 66 miliar tu, akan dikucurkan melalui PT Flobamor yang bermitra dengan Yayasan Lebah Indonesia, guna mendukung program pemerintah daerah, menjadikan NTT sebagai provinsi ternak dan mewujudkan percepatan program swasembada daging sapi nasional.
“Pelaksanaan program tersebut, sesuai nota keepahaman yang sudah ditandatangani, selama enam tahun dan diberikan kepada kelompok ternak dengan bunga 5 % per tahun,” katanya.
Dia menjelaskan, bentuk kerja sama yang dilakukan antara Bank NTT dengan PT Flobamora, Dinas Peternakan dan Dinas Perindag Provinsi NTT, Balai Embrio Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Yayasan Lebah Indonesia, yang sudah ditandantangani sehari sebelumnya, adalah sebuah langkah yang baik dalam mendukung program pemerintah, yang bertekad mengembalikan NTT sebagai gudang ternak.
“Target kita, selama kerja sama ini masih dilaksanakan, lima tahun ke depan akan menghasilkan 420.000 ekor sapi di NTT. Hjal ini demi menjadikan daerah ini menjadi penyanggah kebutuhan daging sapi secara nasional,” ujarnya.
Dia mengatakan, untuk kerja sama tersebut, PT Flobamor akan membentuk divisi peternakan di perusahaan milik daerah ini dan akan mengatur tata niaga ternak, bekerja sama dengan Yayasan Lebah Indonesia, yang sudah memiliki pengalaman serupa di beberapa daerah di Indonesia.
Menurutnya, rencana untuk menghadirkan pusat pembibtan dan penggemukan sapi di NTT, perlu didukung semua pihak. Ini adalah sebuah rencana besar , sehingga bisa memberikan dampak yang baik bagi pembangunan di daeerah ini.
“Masalah yang masih dialami peternak di daerah ini adalah bibit. Karena itu, kerja sama seperti ini adalah sebuah solusi kepada peternak, sehingga pengembangan ternak di NTT bisa berjalan baik,” ujarnya.
Dia menambahkan, PT Flobamor dan Yayasan Lebah Indonesia memiliki rencana aksi yang sangat baik untuk lima tahun ke depan. Karena PT Flobamora menggandeng lembaga yang memiliki pengalaman dalam program pembibitan dan penggemukan sapi, maka Bank NTT tidak segan-segan menggelontorkan dana untuk mendukung program ini.
Tagu Dedo optimistis, program ini akan berjalan baik. Kalaupun ada resiko kegagalan , katanya, harus diminimalisir dengan baik, yang dalam dunia perbankan dikenal dengan istilah Mitigasi Resiko.
“Kami akan melibatkan Askrida, sebuah asusransi milik pemerntah daerah di Indonesia , guna menyiapkan skim asuransi sapi, sekaligus meminimalisir resiko kegagalan,” katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


















