berita2.com (Kupang, NTT): Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya, meminta Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Provinsi dan kabupaten/kota di wilayah kepulauan itu, mensukseskan target satu juta kunjungan wisatawan pada 2013.
"Target satu juta kunjungan wisatawan nusantara dan manca negara telah ditetapkan pada 2010 dan diharapkan Satuan Perangkat Kerja Daerah Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Provinsi dan kabupaten/kota sebagai pelopor dan pengendali dapat mewujudkannya pada 2013 demi kesejahteraan bersama," katanya di Kupang, Rabu 23 Maret 2011.
Dalam rapat koordinasi yang diikuti semua pimpinan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya kabupaten/kota di Provinsi NTT itu, Gubernur Lebu Raya mengatakan untuk mensukseskan target sejuta kunjungan wisatawan itu, maka kesiapan sumber daya manusia, sumber daya alam, sarana dan prasarana serta hal-hal teknis harus disiapkan sejak awal dengan matang.
"Hal-hal yang dimaksud antara lain, sejauh mana kesiapan para pemandu wisata lengkap dengan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk kelancaran tugas pada waktunya," katanya.
Selain itu bagaimana tempat-tempat yang akan menjadi obyek kunjungan wisata, apakah telah ditata dengan baik, rapih serta bersih dan mudah diakses sehingga dapat menarik minat para wisatawan.
Selanjutnya bagaimana fasilitas transportasi dan penginapan yang tersedia, apakah sudah memadai atau belum, sehingga para wisatawan aman dan nyaman dan berhari-hari tinggal di Nusa Tenggara Timur.
"Semua hal tersebut menjadi penting, oleh karena menjadi kebutuhan mendasar para wisatawan dalam melakukan aktivitas setelah berada di Nusa Tenggara Timur dan ingin mengunjungi tempat-tempat tersebut," katanya.
Menurut Lebu Raya, hal penting yang harus dilakukan para pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Dinas Pariwisata Seni dan Budaya terkait dengan perwujudan target tersebut adalah kemauan besar dan kreativitas untuk melakukan inovasi-inovasi dengan kiat pada tugas pokok dan fungsinya.
"Kalau target kita satu juta, maka setiap kabupaten/kota dari 21 yang ada saat ini, cukup menyumbangkan 58 ribu wisatawan saja sudah mencapai target tersebut," katanya.
Gubernur juga mengatakan untuk maksud tersebut, maka promosi yang merupakan salah satu bidang penting dalam SKPD itu harus menjadi "icon" atau penggerak dengan strategi merebut peluang apakah melalui webside, fasilitas digital sarana promosi lain yang mudah dan murah diakses para wisatawan.
Ia mengakui, pengalaman selama ini, kreativitas dan inovasi serta promosi obyek-obyek wisata sangat tergantung pada dana dan anggaran.
"Sebenarnya dana dan anggaran tidak boleh menjadi penghambat untuk melakukan inovasi dan promosi. Kalau pimpinan kreatif saja, sebenarnya tidak ada masalah karena anggaran selalu tersedia yang penting memiliki akses dan jaringan yang baik," katanya.
Ia menyebut kabupaten/kota tidak perlu mengeluh soal anggaran, asalkan memiliki perencanaan yang baik dan matang, dapat ditopang dari APBD I, APBN dan bahkan donatur dari dunia internasional.
"Ada banyak jalan dan cara untuk mewujudkan target-target pembangunan yang telah ditetapkan bersama baik di bidang Pariwisata, Seni dan Budaya maupun bidang pembangunan masyarakat lainnya, asalkan ada kemauan, kreativitas dan inovasi, pasti akan terwujud," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya