berita2.com (Kupang, NTT): Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalokasi bantuan langsung bagi 180 kelompok tani di daerah ini sebesar Rp 4.7 miliar untuk pengembangan tanaman jagung dan padi sesuai karakteristik wilayah, Dan tersebut dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) provinsi tahun anggaran 2011.
”Dari total Rp 4,7 miliar itu, sekitar Rp2,9 miliar diperuntukkan bagi kelompok tani jagung dan sekitar Rp1,8 miliar untuk petani padi sawah yang tersebar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur," kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, saat Rapat Gabungan Komisi DPRD NTT di Kupang, Senin.
Dia mengatakan untuk 2011 pendistribusian dana tersebut hanya kepada para petani yang mengajukan permohonan ke provinsi melalui kabupaten berdasarkan kebutuhan. Ini berarti belum semua petani menggabungkan diri dalam kelompok tani yang ada di kabupaten, sehingga akan mendapat bagian pada tahun-tahun mendatang, apabila program bantuan langsung ini masih terus diluncurkan.
”Total dana tersebut digunakan untuk pemeliharaan tanaman jagung pada total lahan seluas 1.450 Ha yang terbagi-bagi atas 10-50 ha bahkan 120 ha,” katanya.
Dia menyebutkan, di Kabupaten Sabu Raijua, Manggarai dan Manggarai Barat masing-masing ada dua kelompok dengan luas lahan 50 ha, Kabupaten Sumba Tengah luas lahannya mencapai 100 ha.
Menurutnya, kegiatan ini lebih cenderung membantu petani yang belakangan ini cenderung panik dan bingung dengan anomali iklim yang cenderung ekstrem, sehingga menyulitkan petani untuk memastikan kapan sesungguhnya harus menanam pada waktu yang tepat.
"Program ini hadir untuk mengatasi kesulitan petani menghadapi cuaca yang ekstrim dan cenderung membuat petani gagal menanam yang akhirnya berkepanjangan menjadi gagal panen yang akhirnya rawan pangan," katanya.
Selain program ini pemerintah provinsi juga meluncurkan program Pengadaan benih jagung untuk kebutuhan petani lahan kering di 17 kabupaten dalam wilayah Nusa Tenggara Timur pada musim tanam 2011, menghabiskan anggaran sekitar Rp 5,3 miliar lebih.
"Dana ini diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) I Provinsi NTT yang dialokasikan pada tahun anggaran 2010," katanya.
Dari total dana Rp 5,3 miliar itu, petani di zona Timor kebagian Rp2,4 miliar lebih, menyusul zona Sumba Rp884 juta lebih dan akhirnya zona Flores dengan anggaran mencapai Rp 2 miliar lebih.
"Anggaran ini telah digunakan untuk membeli benih jagung untuk petani di zona Flores 116 ton, Sumba 44 ton dan Timor 120 ton yang selanjutnya ditanam pada pada lahan seluas 7.000 ha," katanya.
Total lahan sekitar 7.000 ha itu tersebar di sekitar 2.900 ha ada di zona Flores, 1.100 ha di zona Sumba dan sekitar 3.000 ha ada di zona Timor yang didalamnya termasuk Kabupaten Alor, Sabu Raijua dan Rote Ndao.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya