berita2.com (Kupang, NTT): Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Nusa Tenggara Timur akan merekrut tenaga pendamping yang dibiayai selama empat bulan untuk menyuksekan pengembangan jagung di wilayah itu.
“Tenaga pendamping ini akan bertugas memberikan pendampingan kepada masyarakat mulai dari persiapan lahan hingga pasca panen,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT, Saverius Banggung, di Kupang, Selasa.
Dia mengatakan, saat ini ada sekitar 7.000 hektare areal pengembangan jagung yang mendapat intervensi pembiayaan dari APBD NTT yang tersebar di 21 kabupaten/kota.
"Ada sekitar 7.000 hektare lahan yang menjadi fokus kami dalam pengembangan jagung. Di areal seluas ini kami akan menempatkan tenaga pendamping. Mereka akan membantu masyarakat mulai dari persiapan lahan sampai pascapanen," katanya.
Dia mengatakan, dalam rapat koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten/kota se NTT, disepakati tenaga pendamping ini juga akan diarahkan untuk membangun kerja sama kemitraan dengan koperasi tani untuk menampung hasil-hasil pertanian pasca panen.
Dia menambahkan tidak ada masalah dalam pemasaran jagung di NTT. Tetapi produksi jagung harus dalam jumlah banyak karena pengusaha tidak bisa datang ke NTT dan membeli jagung hanya lima sampai sepuluh ton karena biaya angkut per kilogram menjadi terlalu tinggi.
Menurut dia, banyak sekali pengusaha dari luar daerah yang bersedia membeli jagung dari NTT, berapapun produksi yang dihasilkan para petani.
Kata dia, beberapa waktu lalu misalnya ada pengusaha dari Surabaya yang datang ke NTT dan menyatakan keinginannya untuk membeli jagung sebanyak 600 ribu ton per tahun, tetapi produksi kita belum mencukupi.
Artinya, tidak ada masalah dengan pemasaran jagung karena berapapun hasil produksi jagung di daerah ini akan dibeli oleh pengusaha untuk pakan ternak maupun kebutuhan lainnya, katanya.
“Karena itu, para petani tidak perlu merasa kuatir dengan pasar, apalagi selama ini NTT masih mendatangkan jagung dari Nusa Tenggara Barat,” katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya