berita2.com (Kupang, NTT): Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalokasikan anggaran senilai Rp 11 miliar untuk investasi pembangunan rumah toko (Ruko).
“Pembangunan Ruko itu, anggaran yang bersumber dari APBD I Provinsi NTT dan akan dikelolah Dinas Pendapatan dan Aset Daerah (Dispenda) NTT.” kata Kepala Dispenda Provinsi NTT, Emanuel Kara, di Kupang, Senin (14/3) .
Menurut Kara, pengalokasian dana sebesar Rp 11 M tersebut digulirkan pemerintah, setelah pemerintah melihat peluang bahwa ruko memiliki nilai investasi yang baik untuk NTT di masa depan.
"Pengalokasian dana untuk pembangunan ruko di Jalan Jendela Soeharto, Kelurahan Naikoten I itu merupakan bentuk investasi pemerinatah untuk meningkatkan pendapatan daerah, dan juga sebagai salah satu upaya pemberdayaan aset daerah," jelasnya.
Perhitungannya, lanjut mantan Kadis Sosial Provinsi NTT ini, dari bangunan ruko yang ada setelah selesai nanti paling tidak dapat memberikan kontribusi kepada PAD NTT sebesar Rp 1,3 M per tahun, dengan perhitungan masing-masing ruang akan dikontrakkan kepada masyarakat umum seharga Rp 50 juta/tahun. Pemanfaatan ruko tersebut diperuntukkan bagi seluruh kalangan masyarakat umum, khususnya bagi warga NTT untuk berusaha di tempat tersebut.
Tentang pembangunan ruko yang belum mendapat izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota Kupang, Kara mengatakan, untuk persoalan IMB, tanggung jawab kontraktor sebagai pemilik bangunan ruko tersebut, pemerintah telah menekankan kepada pihak kontraktor pelaksana yakni PT Batu Besi untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.
Kepala Pengawas Proyek, PT Pasola Teknik, Herman H Harmans, saat dihubungi pada kesempatan terpisah terkait IMB itu menjelaskan, pembangunan fisik ruko itu sudah mencapai 50 persen.IMB sementara dalam proses.
“Beberapa item pekerjaan proyek pembangunan ruko itu hampir selesai dikerjakan. Misalnya, pekerjaan dinding beton untuk membatasi ruangan yang satu dengan yang lainnya, dan bangunan paling depan segera diatap,” jelasnya .
Mengenai jumlah ruangan, Hermans mengatakan, Ruko yang dibangun itu terdiri dari dua bangunan terpisah yang jumlah ruang toko masing-masing bangunan berbeda. Untuk bangunan paling depan yang dekat dengan jalan raya terdiri dari dua lantai dengan jumlah ruang sebanyak 14 ruang toko. Dan untuk lantai dua bangunan tersebut terdiri dari 2 kamar tidur, satu ruang keluarga dan satu ruang makan. Ukuran masing-masing ruangan 5 x 10 meter.
“Sedangkan untuk bangunan paling belakang terdiri dari tiga lantai yakni lantai satu untuk lokasi parkir kendaraan, lantai dua untuk ruang toko dan lantai tiga untuk ruang tidur, ruang keluarga dan ruang makan,” tambahnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya