berita2.com (Kupang, NTT): Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) melirik biji kesambi di Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk diolah menjadi Biodiesel.
Rencana ini disamapaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Esthon L. Foenay, kepada wartawan di Kupang, Sabtu 12 Marwet 2011.
Menurut Foenay, penjajakkan kerja sama antara LIPI, IPB dan Pemerintah Provinsi NTT sementara dilakukan. Karena itu pemerintah wajib menyampaikan kepada masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha.
"Lewat Dinas Perindag NTT, bersama LIPI dan IPB akan uji coba biji kesambi menjadi minyak. Kita akan memanfaatkan kawasan industri Bolok (KIB) untuk uji coba gagasan pengolahan biji kesambi ini," kata Foenay.
Dia menjelaskan, peluang itu perlu ditanggapi karena NTT cukup memiliki potensi kesambi dan selama ini dan biji belum dimanfaatkan secara optimal. Langkah ini juga sebagai upaya memberdayakan masyarakat demi pengembangan ekonomi kerakyatan.
"Biji kesambi ang terbuang atau yang tidak dimanfaatkan selama ini sudah bisa dikumpulkan masyarakat untuk dijual nanti. Dinas Perindag Kabupaten/Kota siap untuk beli," katanya.
Foenay mengharapkan pemerintah kabupaten/kota bisa mendorong masyarakat, terutama daerah yang memiliki potensi pohon kesambi untuk mengumpulkan biji kesambi, kemudian akan dibeli atau dijual kepada pemerintah.
"Biji kesambi yang dikumpulkan masayarakat akan dibeli dengan harga Rp. 500/Kg. Tentu ini satu peluang usaha bagi masyarakat NTT demi peningkatan kesejahteraan melalui ekonomi. Kita agar usaha ui coba ini berhasil dan terus dikembangkan
Sementara itu , Kepala Dinas Perindustraian dan Perdagangan NTT, Eddy Husein Ismail, mengatakan, biji pohon kesambi yang selama ini tidak dimanfaatkan masyarakat di daerah ini akan diolah menjadi Biodiesel atau bahan bakar altenatif.
Berdasarkan hasil penelitian para ali, biodiesel dari biji kesambi merupakan bahan bakar minyak (BBM) yang ramah lingkungan, mudah diperoleh dan cepat pengolahannya.
Menurut Eddy, bahan baku biodiesel itu sudah dijajak sejak beberapa waktu lalu. Dan yang akan melakukan investasi adalah salah satu perusahaan asal Jepang. Namun, pada tahun 2008 mereka mengalami krisis sehingga terjadi pembatalan.
"Tahun 2009, perusahaan Jepang itu datang dan minta melanjutkan kerjasama soal pengolahan biji kesambi itu.Saat ini LIPI bersama Universitas Kristen Artha Wacana Kupang sementara melakukan ujicoba biji kesambi itu," jelas Eddy.
Kehadiran mitra asal Jepang itu, kata Eddy, melalui PT Bogor Agro Lestari. Perusahaan itu dengan Dinas Perindag NTT telah menandatangani Momerandum of Understanding (MoU).
"Untuk sementara mereka ujcoba menggunakan mesin pres jarak di Kawasan Industri Bolok (KIB). Hasilnya tentu akan di tes lagi untuk mengetahui kadar minyak yang di kandung biji kesambi," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya