berita2.com (Kupang, NTT): Pemerintah Provinsi Nusa Tengara Timur (NTT) terus mendorong investasi di pasar-pasar wilayah perbatasan Republik Indonesia (NTT) dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTT, Eddy Husein Ismail di Kupang, Sabtu 12 Maret 20113.
Menurut Eddy, empat buah pasar di daerah perbatasan akan terus didorong untuk selalu aktif. Untuk itu, pemerintah daerah terutama Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) harus lebih pro aktif, karena lokasi pasar tersebut ada di wiliyahnya.
"Kita terus supaya pasar-pasar itu aktif. Untuk itu perlu didukung dengan infrastruktur, keamanan dan kenyamanan. Pemerintah terus berharap kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri supaya memberikan kenyamanan bagi masyarakat di daerah perbatasan," katanya.
Dia mencontohkan, Pasar Mota'ain sudah memiliki los pasar dan ada 24 pengusaha kecil yang sudah mendaftar, namun baru ada tujuh los yang terisi. Pasar Mota'ain itu masih fokus kepada penjualan sembilan bahan kebutuan pokok (sembako) untuk kebutuhan petugas perbatasan maupun masyarakat sekitar.
Dia menambahkan, sesuai kesepakaan antara RI-RDTL, pasar yang akan diuka lebih dahulu adalah Pasar Mota'ain."Sesuai kesepakatan antara dua negara, maka pasar perbatasan yang akan segera dibuka lebih dahulu adalah Pasar Mota'ain, menyusul pasar-pasar yang lain di Belu dan TTU," katanya.
Dia mengatakan, ada delapan titik pasar perbatasan dan penetapan lokasi serta kegiatan pasar perbatasan, yakni untuk Kabupaten Belu meliputi Mota'ain, Metamauk dan Turiskain; Kabupaten TTU meliputi Napan, Haumusu dan Haumeniana serta Kabupaten Kpang meliputi Oepoli-Amofang Utara.
"Kami mendapat informasi bahwa pas lintas batas (PLB) belum diberlakukan, sehingga kegiatan pasar perbatasan masih sepi. Jika PLB sudah digunakan, maka mobilisasi pengusaha dan masyarakat lebih ramai," ujarnya.
Dia menambahkan, selain pasar perbatasan, pemerintah juga sudah menetapkan jalan lintas batas tradisional antar dua negara masing-masing, akni Mota'ain-Salele, Haekesak-Turiskain, Builalu-Memo, Napan-Bobometo, Haumusu/Wini-Pante Makasar, Oepoli-Citrana dan Laktutus-Belulik Leten.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya