berita2.com (Kupang, NTT): Ketua Badan Pengelola Kawasan Ekonomi Terpadu (Kapet) Mbay, Hari Teofilus mengatakan, masalah kepemilikan tanah menjadi salah satu yang menghambat investor berinvestasi di kawasan itu.
"Banyak sekali investor yang berkeinginan melakukan investasi di Kapet Mbay, tetapi karena masalah tanah membuat para investor menjadi enggan," kata Teofilus, di Kupang, Selasa.
Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo termasuk salah satu daerah strategis di Pulau Flores. Daerah ini terletak di bagian utara Flores, sangat memungkinkan terbukanya akses yang lebih besar ke Surabaya, Makassar dan kawasan timur lainnya di Indonesia.
Bahkan wilayah utara sepanjang Flores memang sangat strategis, terbentang dari Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat di ujung barat Flores hingga Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.
Dari segi sarana transportasi laut, juga memungkinkan Mbay menjadi salah satu pusat perdagangan di masa depan. Labuan Bajo, di Manggarai Barat, Reo di Kabupaten Manggarai, Marapokot di Mbay Kabupaten Nagekeo dan Loren Say Maumere adalah titik-titik singgah yang aman bagi kapal-kapal berukuran besar di pantai utara Flores.
Untuk mengatasi masalah tanah, kata Teofilus, pihaknya berencana melakukan pendataan kembali tanah untuk mengetahui secara persis tanah milik pemerintah, tanah rakyat dan tanah ulayat.
"Pada 2010 kami sudah membuat rencana tata ruang dan wilayah dan sudah diusulkan kepada pemerintah pusat untuk ditetapkan melalui keputusan presiden. Pada 2011 ini kami rencana melakukan pendataan tanah," katanya.
Sementara program 2012 adalah melakukan pemetaan potensi wilayah secara terperinci. Misalnya pertambangan, depositnya berapa, kalau perkebunan potensinya seperti apa sehingga bisa dijual kepada para investor.
Selama ini promosi Kapet Mbay tidak disertai dengan potensi-potensi apa yang bisa dikembangkan secara rinci sehingga investor kurang tertarik.
“Dengan adanya tata ruang yang pasti, masalah tanah yang sudah jelas dan potensi-potensi ekonomi yang bisa dikembangkan, para investor tidak lagi ragu-ragu untuk datang dan menanamkan modal di Kapet Mbay, “kata Hari.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya