berita2.com (Kupang, NTT): Anggota Komisi V DPR-RI, Fary Francis mengatakan, akan memperjuangkan anggaran untuk membiayai perpanjangan landasan pacu bandara-bandara di beberapa kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Saya bersama teman-teman anggota DPR-RI dari daerah pemilihan NTT, terutama yang duduk di Komisi V, akan terus berjuang untuk meningkatkan kapasitas landasan bandara-bandara di NTT," kata Fary Francis, di Kupang, Selasa, terkait masih banyaknya landasan pacu bandara di wilayah itu yang belum memenuhi standar minimal.
Panjang landasan pacu bandara-bandara di NTT umumnya masih berkisar antara 900-1200 meter. Kondisi landasan pacu ini hanya bisa didarati pesawat jenis Cassa atau Twin Otter, sementara pesawat jenis ATR-70 tidak bisa mendarat.
Kalaupun ada pesawat jenis ATR-45 yang melayani rute tertentu di NTT seperti Kupang-Larantuka dan Kupang Lembata, tidak bisa mengangkut penumpang sesuai dengan kapasitas angkut pesawat.
Penerbangan dari Larantuka-Kupang misalnya, pesawat jenis ATR-45 dengan kapasitas 45 penumpang tetapi hanya bisa mengangkut 18 penumpang karena landasan pacu tidak memungkinkan.
Anggota DRP-RI asal NTT lainnya Saleh Husin menambahkan, landasan pacu bandara-bandara di NTT harus diperpanjang untuk memenuhi standar minimal yakni 1.400 meter agar bisa didarati pesawat jenis ATR-72.
"Sekarang ini memang kebanyakan landasan pacu hanya 900-1.200. Kita akan terus berjuang untuk meningkatkan menjadi minimal 1.400 meter sehingga bisa didarati pesawat jenis ATR-72," kata politisi dari Partai Hanura ini.
Menurut dia, jika landasan pacu bandara sudah memungkinkan maka, pihaknya bisa meminta maskapai penerbangan nasional di Jakarta untuk memperluas pelayanan ke NTT.
Gubernur NTT Frans Lebu Raya secara terpisah mengatakan, Provinsi NTT memiliki pelabuhan dan bandar udara terbanyak di Indonesia, bahkan kemungkinan jumlahnya terus bertambah mengikuti perkembangan pembangunan di wilayah kepulauan itu.
Ia mengatakan, hingga saat ini terdapat 14 bandar udara, satu pelabuhan laut internasional yakni Tenau di Kupang, sembilan pelabuhan laut nasional, 11 pelabuhan regional dan 21 pelabuhan lokal yang disinggahi kapal penumpang milik Pelni, armada pelayaran rakyat, perintis dan kapal penyeberangan (total 42 pelabuhan).
Bandara di NTT terdapat di Kupang, Atambua, Rote Ndao, Waingapu, Waikabubak, Labuan Bajo, Ruteng, Ngada, Mbay, Ende, Maumere, Larantuka, Lembata dan Alor. Semua bandara itu, didarati pesawat, kecuali Bandara Surabaya II di Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Bandara El Tari Kupang berstatus kelas B yang setiap hari melayani penerbangan dari dan ke wilayah NTT, selain Bandara Frans Seda di Maumere, Haji Aroebusman di Ende, Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Sumba Timur, Wetabula di Sumba Barat Daya dan Labuan Bajo di Manggarai Barat.
Bandara-bandara tersebut bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737 dan 734. Sedangkan bandara lain, umumnya terdapat di kabupaten-kabupaten bisa didarati pesawat berbadan sedang hingga kecil, namun setiap hari didarati pesawat dari dan ke Kupang, katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya