berita2.com: APA yang dilakukan Teguh Budi Santoso (46) dengan bersepeda keliling Asia, tegolong nekad. Warga Desa Silir, Kecamatan Meuluh, Kabupaten Jember, Jawa Timur ini, sudah bersepeda ke Singapura, Malaysia, Brunai Darussalam dan Philipina.
Ditemui di pelataran Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang ,Jumat (25/2), pria berambut gondrong dan sudah beruban ini menuturkan, akan melanjutkan perjalanan ke Timor Leste dan selanjutnya menyeberang ke Papua New Guinea lalu ke Benua Australia.
Dia bersepeda mengelilingi Asia, untuk mengemban misi perdamaian dan memperkenalkan budaya Indonesia. Ini murni dari keinginan pribadinya, bukan karena tugas dari negara atau kelompok tertentu. Yang melatarbelakangi “kenakedan” Teguh adalah memenuhi nazar ketika ia sembuh dari sakit.
“Ini nazar saya, saat sakit dulu. Akan keliling Asia atau dunia pakai sepeda kalau sudah sembuh,” katanya.
Ayah dua anak ini menuturkan, bertualang dengan sepeda ini sudah dilakukan sejak 4,6 tahun lalu. Dia mulai mengelilingi Jawa, Sumatera, selanjutnya menyeberang ke Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam dan Philipina. Kemudian ia kembali mengelilingi Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, lalu menyeberang ke Daratan Flores dan akhirnya tiba di Kupang, Rabu (23/2).
Dia mengkisahkan, sebelum bersepeda keliling dunia, alumnus Institut Teknologi Negeri Malang ini menderita stroke dan kolesterol selama lima tahun.Penyakit itu datang, saat ia di- PHK dari perusahaan perkapalan di Malang, Jawa Timur, saat krisis moneter melanda Indonesia .
“Cukup lama saya sakit dan tidak sembuh-sembuh, meski terus berobat. Suatu saat saya berjanji, jika sembuh nanti, untuk bersepeda keliling Asia bahkan dunia,” Tuturnya.
Awalnya, pria yang cukup fasih berbahasa Inggris ini, menggunakan sepeda ontel.Namun, diganti dengan sepeda polygon, dengan mengusung bendera merah putih, karena sepeda ontelnya hilang dicuri orang, saat tertidur di Sumatera.Sejak saat ini juga dia memutuskan untuk bermalam atau menginap di Kantor Kepoliisian atau Kodim , jika singgah di satu daerah.
Selama bersepeda, dia mengakui, menggunakan biaya sendiri. Bantuan dana yang diberikan beberapa pejabat saat singgah di satu daerah, dipergunakan seiirit mungkin, agar tidak kehabisan bekal di perjalanan. Untuk makan, kadang di jalanan jika ada warung, sedangkan mandi menumpang saja.
“Di setiap daerah yang saya singgahi, saya selalu meminta surat atau pernyataan yang ditandatangani pejabat setempat sebagai bukti atau kenang-kenangan sempat mampir di daerah itu,” kata Teguh, sambil menunjukkan sejumlah surat dukungan dari para pejabat.
Dia menambahkan, dirinya berencana akan mengelilingi Asia selama 10 tahun dan akan mengelilingi Benua Eropa juga, jika waktu memungkinkan. Setelah dari Australia, ia akan menunju Thailand,
Lantas apa saja yang dijumpainya selama mengayuh sepedanya ke beberapa Negara? Ada suka dan duka selama penjelajahannya. Sukanya, setiap daerah yang disinggahi, masyarakatnya selalu mengapresiasikan dengan baik. Dukanya, saat dia kecurian sepeda ontel dan sejumlah dokumentasi lainnya di Sumatera.
Dia mengakui, dirinya mampu mengayuh sepeda 90 km/ hari jika jalanannya datar dan 45 km/hari jika jalanannya menanjak.” Untuk satu daerah, saya mampir sekitar enam hari, guna menjelajahi wilayahnya,” tambahnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya