berita2 (Kupang, NTT): Pelayaran semua armada feri di seluruh lintasan di perairan NTT yang semula dihentikan sejak tanggal 20-23 Februari, kini diperpanjang sampai 2 Maret 2011. Semua armada feri "parkir" saja di dermaga-dermaga feri menanti membaiknya cuaca.
"Sesuai informasi cuaca dari BMKG, secara nasional cuaca di laut masih membahayakan pelayaran kapal- kapal seperti kapal feri. Dan untuk NTT, tinggi gelombang berkisar tiga sampai lima meter pada perairan yang dilewati armada feri sehingga kami menutup pelayaran hingga cuaca benar-benar normal kembali," kata Manajer Operasi, PT Indonesia Ferry Cabang Kupang, Arnol Yansen, di Kupang, Sabtu (26/2).
Menurut Arnol, sesuai data dan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang, badai carlos memicu hujan disertai angin yang membuat tinggi gelombang mencapai 3-5 meter yang berpotensi terjadi pada hampir semua perairan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gelombang laut yang tinggi terjadi di Selat Rote, Laut Sawu dan Laut Flores.
Mengutip data dari BMKG, Arnold mengatakan, kecepatan angin saat ini berkisar antara 10- 20 km/jam dan hampir merata di seluruh wilayah NTT.
"Kita sebelumnya juga tutup beberapa hari dan memang ada kapal yang beroperasi tapi juga waspada, bahkan sampai adanya tragedi yaitu KMP Balibo kandas di Bui Merah, Rote Ndao. Karena itu kita hentikan sementara pelayaran," katanya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Klas II Lasiana-Kupang, Purwanto mengatakan, dampak badai carlos di NTT masih ada, meski sesuai data dari satelit badai ini mulai bergerak ke arah selatan Khatulistiwa.
"Saat ini, selain badai carlos, muncul tekanan rendah di wilayah utara Australia dan Laut Arafuru. Ini juga menyebabkan angin dan gelombang laut masih tinggi di NTT," kata Purwanto.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya