berita2.com (Kupang, NTT): Tapak kaki Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, dijadikan prasasti saat menginjakkan kakinya untuk pertama kali di Pulau Ndana, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) .
“Tapak kaki Menhan, Purnomo Yusgiantoro dijadikan prasasti di Pulau Ndana sebagai simbol kehadiran untuk pertama kali seorang Menhan di wilayah terselatan NKRI tersebut,” kata Bupati Rote Ndao, Leonard Haning, di Kupang, Jumat 25 Februari 2011.
Haning, menjelaskan, kunjungan perdana Menhan, Purnomo Yusgiantoro ke Pulau Ndana untuk melihat dari dekat kondisi geografis yang ada di pulau itu. Menhan bersama sejumlah staf tiba di Pulau itu menggunakan helikopter, Jumat 11 Februari 2011 lalu.
Menurutnya, Menhan sangat kagum melihat Pulau Ndana, dan mengaku pulau itu sangat eksotis karena di keliling padang pasir yang datar. Menhan saat itu mengaku, dengan menginjak kaki Pulau Ndana, maka dirinya sudah mengujungi secara lengkap wilayah paling timur, barat, utara dan wilayah terselatan NKRI.
“Karena itu, saat menginjak kaki pertama di pulau itu, telapak kaki Menhan Purnomo Yusgiantoro langsung dijadikan prasasti. Hal ini juga sebagai simbol bahwa Ndana harga mati menjadi bagian dari NKRI," jelasnya.
Dia mengatakan, pada kesempatan itu juga melaporkan kepada Menhan tentang kondisi geografis kabupaten terselatan NKRI ini, yakni perlu ada perhatian pemerintah pusat untuk memperlancar arus manusia, barang dan jasa. Soalnya, kondisi seperti itu juga bagian dari harga diri rakyat di wilayah terselatan NKRI.
Dia meminta, pemerintah perlu membangun pos keamanan terpadu pada tiga titik, yakni di Pulau Ndao, di Desa Tolama serta Desa Dayama untuk dapat memantau keamanan dan kamtibmas di selatan NKRI.
Terkait pengembangan wilayah perbatasan, ujar Haning, dirinya akan mempresentasikan langsung rencana aksi pengembangan wilayah perbatasan di Badan Nasional Pengembangan Perbatasan (BNPP) di Jakarta dalam waktu dekat ini.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya