berita2.com (Kupang, NTT): Tertundanya pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bolok di Kabupaten Kupang,Nusa Tenggara Timur (NTT) , yang semula direncanakan awal tahun 2011 ini, mengakibatkan PT PLN mengalami kerugian Rp 1 milair per hari.
“Saat ini PLTU Bolok, sekitar 15 km arah barat Kota Kupang berkapasitas 2x165 MW dalam kondisi siap operasi. Namun, menjelang rencana operasi muncul masalah dengan PT Timor Otsuki Mutiara,” kata General Manajer PT PLN Wilayah NTT, Janu Warsono, di Kupang, Rabu 23 Februari 2011.
Menurut Janu, pihaknya sudah beberapa kali menggelar pertemuan dengan manajemen PT Timor Otsuki Mutiara, terkait akses ke dermaga pembongkaran baru bara karena perairan sekitarnya, diklaim perusahaan itu sebagai miliknya.
Dia mengatakan, pertemuan dengan manajemen perusahan itu yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTT digelar bulan lalu, hanya meminta membuka akses ke dermaga, karena berdasarkan ijin pengembangan yang dikantongi perusahaan itu, tidak sampai ke areal milik PLN.
“Kami berharap, pertemuan berikut pada akhir minggu ini, dapat menghasilkan kesepakatan, sehingga PLTU Bolok sudah bisa beroperasi, paling lambat awal Maret 2011. maka kemungkin besar seluruh kabupaten di Pulau Timor terinterkoneksi dalam satu jaringan terwujud,” katanya.
Dia mengatakan, saat ini, jaringan di Timor hanya sampai dari Kota Kupang ke Oesao dan Camplong di Kabupaten Kupang, tidak bersambung sampai ke wilayah SoE, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), apalagi ke Kefamenanu, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan dan Atambua di Kabupaten Belu.
Mengantipasi beroperasinya PLTU Bolok dan Atapupu di Kabupaten Belu, dan rencana interkoneksi jaringan Timor, katanya, PT PLN sudah membebaskan wilayah yang akan dilalui jaringan tegangan menengah. Saat ini, tegangan menengah 20 KV, namun akan ditingkatkan menjadi 70 KV melintasi wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU dan Belu.
Wilayah yang dilintasi kabel tegangan menengah, ujarnya, sudah dibebaskan dari Kupang hingga ke SoE, ibu kota Kabupaten TTS, sementara dari SoE ke Kefamenanu, TTU akan menyusul dan Kefamenanu ke Atambua. Sedangkan dari lokasi PLTU Atapupu ke Atambua, sudah tidak ada masalah.
”Selain dua PLTU tersebut, PLN juga mengembangkan listrik tenaga bayu di SoE, TTS dan tenaga hybrid atau perpaduan dari tenaga angin dan solar cell didukung oleh diesel juga dikembangkan di Wini, wilayah pantai utara TTU,” katanya.
Menurut Januwarsono, pihaknya siap melayani kebutuhan industri apapun yang beroperasi di wilayah Timor, jika pembangkit di Bolok dan Atapupu sudah beroperasi, apalagi masih didukung oleh pembangkit tenaga bayu di SoE dan hybrid di Wini.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


















