berita2.com (Kupang, NTT): Sebanyak tiga koperasi kredit (Kopdit) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga tahun 2011 ini memiliki aset lebih dari Rp 100 miliar. Ketiga Kopdit itu yakni Obor Mas, Sangosai dan Kasih Sejahtera.
Hal tetsebut disampaikan Kepala Dinas Kopreasi dan UKM NTT, Paulus Rante Tadung, di Kupang, Senin 21 Februari 2011.
Tadung menyebutkan, aset yang dimiliki Kopdit Obor Mas di Kabupaten Sikka hingga akhir tahun 2010 sebesar Rp 155 miliar, menyusul Sangosai di Kabupaten Ngada sebesar Rp 125 miliar dan Kopdit Kasih Sejahtera di Kabupaten Belu Rp 101 miliar.
“Ketiga Kopdit itu masuk dalam kategori koperasi yang sehat dan berkembang sangat pesat sejak tahun 1980-an lalu.Bahkan Kopdit Obor Mas dan Sangosai sudah masuk kategori koperasi berprestasi tingkat nasional,”katanya.
Dia mengatakan, ketiga Kopdit tersebut sudah direkomendasikan Pemerintah Provinsi NTT untuk menjadi koperasi model di daerah ini, dan dapat menjadi tempat belajar bagi pengurus atau pegiat koperasi lainnya
Menurutnya, Saat ini di NTT ada 1.636 koperasi yang tersebar di 20 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, 426 koperasi atau sepertiga dari jumlah koperasi se-NTT berada di Kota Kupang. Sayangnya, tidak semua koperasi yang ada berkembang dengan baik.
“Hasil identifikasi kami sebanyak 339 koperasi tidak melaksanakan kegiatan atau tidak aktif. Semua koperasi yang tidak aktif ini akan direvitalisasi baik di bidang kelembagaan, usaha dan permodalan,” tambahnya.
Dia menjelaskan, revitalisasi ini lebih fokus pada pembenahan di bidang kelembagaan, terutama pengurus dan keanggotaan. Artinya, semua anggota yang masih aktif akan diinventarisir, termasuk pengurus dan pengawas koperasi untuk dilakukan pembinaan, sekaligus memberikan bantuan modal usaha agar koperasi bisa aktif kembali.
Dia mengatakan, proses revitalisasi ini akan berlangsung selama tiga sampai empat tahun ke depan sambil terus dilakukan evaluasi secara menyeluruh baik dari segi kelembagaan dan perkembangan usaha.
Kata dia, Pemerintah NTT mempunyai mimpi besar, yakni menjadikan NTT sebagai provinsi koperasi tahun 2013 mendatang. Ini memang bukan sekadar mimpi. Target ini diyakini bisa tercapai karena setiap tahun akan ada penambahan secara signifikan jumlah kabupaten koperasi di NTT.
“Tahun 2009 ada empat kabupaten yang mendapat pengakuan sebagai kabupaten koperasi. Untuk 2010 ditargetkan enam sampai delapan kabupaten bisa ditetapkan sebagai kabupaten koperasi dan 2011 nanti enam kabupaten dan lima kabupaten/kota lainnya pada 2012,” ujarnya.
Dia menambahkan, empat kabupaten yang sudah mendapat pengakuan sebagai kabupaten koperasi di NTT yakni Kabupaten Ngada, Flores Timur, Ende dan Sikka. Untuk menjadikan sebuah daerah menjadi kabupaten koperasi, persyaratannya harus memenuhi syarat 70 persen koperasi di wilayah itu aktif dan 75 persen koperasinya dinilai sehat.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya