berita2.com (Kupang, NTT): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan apresiasi atas pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan menyatakan bahwa pemerintah pusat serius untuk mendorong keberhasilan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan itu.
"Ini adalah kunjungan saya ke NTT ke sekian kalinya, setiap berkunjung ke Kupang saya selalu melihat perubahan ke arah yang lebih baik. Sebagaiman kita saksikan Kupang semakin maju dan hijau tumbuh subur dan semakin semarak," kata Presiden di Kupang, Rabu 9 Februari 2011.
Kepala Negara mengatakan pemerintah pusat bertekad terus mendorong kemajuan provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste itu. Untuk memajukan daerah ini perlu kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas yang sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.
SBY meminta pemerintah daerah di NTT memanfaatkan sebaik-baiknya sumber pendapatan yang berasal darii APBN dan secepatnya mendorong investasi swasta., yang dapat dijadikan sebagai sumber pembiayaan pembangunan.
“Saya minta pemerintah daerah, untuk memberikan kebijjakan yang kondusif bagi kehadiran investor di daerahnya dan mempermudah semua urusan para investor tersebut,” katanya.
Presiden juga menekankan pentingnya intergrasi program antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota di NTT, demi memajukan daerah ini dan menghilangkan ego daerah masing-masing dengan sinergitas pembiayaan.
Hal ini, kata Presiden, sangat penting demi mendorong pertumbuhan dan kemajuan daerah, sehingga pemanfaatan dana-dana pembangunan benar-benar efektif dan efisien.
Kata dia, Alokasi anggaran dari APBN bagi NTT, setiap tahun terus meningkat. Tahun lalu APBN untuk NTT berjumlah Rp14,1 triliun tahun ini menjadi Rp16,1 triliun.
Selain itu, untuk percepatan pembangunan di NTT, pada Tahun Anggaran 2011 ini, pemerintah mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp 6.6 Triliun untuk pengembangan garam industri, sektor perikanan dan kelautan, peternakan, terutama mendukung tekad pemerintah , provinsi NTT menjadi daerah tersebut menjadi gudang ternak dan penyanggah kebutuhan daging nasional serta pembenahan infrastruktur daerah.
“Pemerintah dalam tahun 2011 ini mengalokasikan dana sebesar Rp 223.9 miliar untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) di NTT. Anggaran ini bertujuan agar sekor usaha kecil dan menengah dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya.
Tahun ini, tambah Presiden , BUMN melalui Corporate Social Responsibility, menyisihkan pendapatannya untuk membantu masyarakat di daerah. BUMN tersebut akan membantu dana penghijauan di NTT sebesar Rp 5 miliar, bantuan ternak sapi senilai Rp 750 juta, hibah pendidikan dan alat sekolah Rp 550 juta, program kemitraan PT Jasa Raharja Rp 500 juta, kemitraan PT Gas Negara Rp 500 juta.
Di samping itu, katanya, ada program bantuan percepatan pembangunan daerah tertinggal untuk sembilan kabupaten dengan nilai Rp 32,9 miliar, pembangunan pembangkit listrik dengan pasitas 57 mega watt oleh PT PLN di Atambua dan Kupang dengan nilai investasi Rp 765 miliar,
“Juga, optimalisasi Pelabuhan Kupang dengan penambahan peralatan peti kemas oleh PT Pelindo III senilai Rp 50 miliar, optimalisasi kapasitas Bandara oleh PT Angkasa Pura I senilai Rp 58 miliar, dan renovasi penambahan peralatan Pabrik Semen Kupang senilai Rp 328,5 miliar,” ujarnya.
Rabu sore, Presiden rencananya akan menuju Soe, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan dan menginap di Runah Dinas Bupati Timor Tengah Selatan. Pada Kamis pagi dijadwalkan menuju Atambua dan menginap di Yonif 744 kemudian kembali ke Kupang pada Jumat pagi, serta bertolak menuju Jakarta pada Jumat siang.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya