berita2.com (Kupang, NTT): Masyarakat 12 desa di Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa tenggara Timur (NTT) terancam rawan pangan. Hal ini karena intensitas hujan yang turun tidak merata mengakibatkan sebagian besar ladang baru disiapkan masyarakat mengalami gagal tanam.
Wakil Bupati Lembata, Andreas Nula Liliweri, yang dihubungi dari Kupang, Selasa 1 Februari 2011, membenarkan, jika wilayah kecamatan tersebut menjadi daerah rawan pangan dan terjadi hampir setiap tahun.
Namun keadaan tahun ini, katanya, kemungkinan rawan pangan lebih hebat karena masyarakat memiliki kebiasaan berkebun secara berpindah-pindah. Pada tahun ini banyak warga yang membuka lahan baru, dan sebagian besar lahan baru tahun ini dipastikan gagal panen.
"Kebanyakan masyarakat tahun ini buka lahan baru. Untuk membuka lahan baru, dibutuhkan waktu dan intensitas kerja yang lebih tinggi dari lahan lama. Namun tahun ini hujan turun lebih awal mengakibatkan masyarakat belum selesai mempersiapkan lahannya. Petani baru tanam saat curah hujan sudah menurun. Jadi ada 12 desa terancam rawan pangan tahun ini," jelasnya.
Sementara tiga desa lainnya kemungkinan lolos ancaman rawan pangan, yakni Desa Puor, Desa Puor B, dan Desa Belabao.Walau demikian, untuk menentukan daerah masuk rawan pangan atau tidak akan ditentukan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Lembata berdasarkan hasil pemantauan lapangan dinas.
"Secara kasat mata kita katakan wilayah Wulandoni seluruhnya mengalami gagal panen sehingga kemungkinan dampak rawan pangannya akan terjadi, termasuk di wilayah Lamalera A dan Lamalera B,” ujarnya.
Dia mengatakan, walau mereka tidak bertani, berdasarkan jumlah ikan paus yang lewat setiap tahun juga dapat diukur sehingga kita masukkan dalam daerah terancam rawan pangan. Tapi yang menentukan Kecamatan Wulandoni rawan pangan tergantung hasil pantauan tim dinas pertanian.
Untuk mengatasi rawan pangan yang terjadi di wilayah Kecamatan Wulandoni, Liliweri menjelaskan, setiap tahun Desa Puor, Desa Puor B, dan Desa Belabao menjadi kantong pangan bagi masyarakat di Kecamatan Wulandoni.
Dia berharap tahun ini, jumlah hasil panen yang diperoleh tiga desa ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di 12 desa lainnya. Setiap tahun Desa Puor, Puor B dan Desa Belabao selalu menjadi kantong pangan di Wulandoni.
“Tetapi tahun ini saya lihat dari hasil jagung di halaman rumah mereka tidak seperti tahun sebelumnya sehingga kita berharap hasil di ladang mereka bisa menghasilkan jagung dan tanaman lain yang cukup sehingga bisa sedikit membantu masyarakat pada 12 desa lainnya," tambahnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya