berita2.com (Kupang, NTT): Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, akan memaparkan potensi ekonomi daerah ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Negara, 2 Februari 2011 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Frans Salem ,di Kupang, Sabtu 29 Januari 2011,
Menurut Salem, pemaparan tersebut, sesuai permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kepada Gubernur Lebu Raya,pekan lalu di Jakarta, saat menyampaikan persiapan dan kesiapan NTT sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN ) Tahun 2011 di Kupang,
“Bapak Presiden, mengundang khusus Gubernur Lebu Raya ke istana, untuk memaparkan potensi ekonomi NTT, yang bisa diintervensi secara khusus oleh pemerintah pusat dalam rangka percepatan pembangunan di daerah ini,” jelasnya.
Dia mengatakan, bahan pemaparan sudah disiapkan, terutama yang berkaitan dengan potensi ekonomi mulai dari pertanian dengan prioritas pengembangan jagung, peternakan dengan fokus mengembalikan NTT sebagai gudang ternak, industri garam, pelestarian cendana, kelautan dan perikanan serta pengembangan pariwisata, dengan menjadikan NTT sebagai daerah destinasi baru.
Dia menuturkan, untuk mendukung tekad pemerintah provinsi menjadikan NTT sebagai provinsi jagung, masalah yang paling serius adalah ketersediaan air. NTT dengan kondisi geografis yang curah hujannya sangat minim membutuhkan intervensi teknologi yang bisa mensuplai air tanah untuk kepentingan pertanian.
”NTT sangat membutuhkan embung-embung, baik dalam skala kecil maupun skala besar dan waduk, yang bisa menjadi penyuplai air baku, bukan saja bagi pertanian tetapi jugauntuk persediaan air bersih bagi masyarakat,” katanya.
Dia menjelaskan, Gubernur Lebu Raya juga akan memaparkan tekad untuk mengembalikan NTT sebagai gudang ternak, dalam rangka menjawab harapan pemerintah pusat , yang menjadikan NTT sebagai daerah penyanggah kebutuhan daging nasional.
Rencana itu, kata Salem, dihadapkan dengan kendala makin berkurangnya populasi sapi betina produktif dan daerah ini ketiadaan tempat pembibitan. Pemerintah provinsi telah berniat untuk mengaktifkan kembali kawasan Besipae di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sebagai pusat pembibitan sapi Timor. “Semuanya itu bisa terwujud dan membutuhkan dana yang besar , sehingga butuh campur tangan pemerintah pusat,” tambahnya.
Selain menjadikan NTT sebagai provinsi jagung dan ternak, katanya, dalam pemaparan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur NTT akan menyampaikan tekadnya, mengembalikan harumnya cendana di daerah ini. Hal ini penting, mengingat, populasi cendana di NTT sudah sangat menurun dibandingkan dengan tahun 80-an.
“Potensi lain yang juga tidak kalah oentingnya untuk dikembangkandi NTT adalah industri garam, perikanan dan kelautan serta pariwisata.Kita berharap, semuanya akan direspons dengan baik oleh Bapak Presiden,” katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya