berita2.com (Kupang, NTT): Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung jika pemerintah berniat membangun pabrik garam di NTT. Upaya ini merupakan terobosan baru asalkan bisa berdampak bagi masyarakat di daerah ini.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi B DPRD NTT, John Umbu Deta, di Kupang, Sabtu 29 Januari 2011. Umbu Deta dimintai tanggapannya soal rencana Gubernur NTT,. Frans Lebu Raya, yang meminta pemerintah pusat untuk membantu membangun pabrik garam di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Kupang.
Menurut Umbu Deta, pada prinsipnya DPRD NTT mendukung upaya tersebut sepanjang memihak kepada masyarakat, apalagi usaha garam merupakan industri sehingga masyarakat benar- benar harus terlibat dan merasakan dampaknya.
"Potensi garam di NTT terutama di Nagekeo, Kabupaten Kupang dan Ende sangat baik jika dikembangkan. Karena itu jika niat pemerintah untuk mengembangkan, maka Dewan tentu mendukung sepanjang semua itu demi kepentingan masyarakat NTT," kata Umbu Deta.
Sebelumnya, Gubernur Frans Lebu Raya, mengatakan pemerintah provinsi akan meminta dukungan pemerintah pusat untuk membantu pembangunan pabrik garam di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Kupang.
"Tanggal 2 Februari nanti saya akan presentasikan tentang program kita di NTT di Istana Negara. Kita akan merumuskan beberapa hal seperti pertanian, infrastruktur termasuk air bersih, embung dan juga kelautan perikanan, ada juga garam di Nagekeo dan Kupang serta beberapa program lainnya," katanya.
Dalam presentasi nanti, kata Lebu Raya, akan disampaikan bahwa NTT bertekad untuk menjadi propinsi ternak. "Soal indutri garam di Nagekeo dan Kupang juga perikanan tentu kita harapkan ada sarana dan prasarana lebih memadai untuk para nelayan kita untuk lebih meningkatkan pendapatan mereka dan itu conectivity yang selalu disampaikan oleh bapak presiden," jelasnya..
Menurut Lebu Raya, sukses tidaknya swasembada garam nasional tergantung NTT. Saat ini hanya NTT yang memiliki potensi garam yang mampu memenuhi kebutuhan garam beriodium untuk kesehatan dan garam industri.
"NTT ini sebagai penentu berhasil atau tidaknya swasembada garam nasional. Di Nagekeo punya potensi garam yang hampir sama dengan Australia. Kita dorong karena lahannya potensial, cuaca mendekati Australia. Potensi garam di Nagekeo bisa berproduksi selama sembilan bulan," katanya..
Dia menambahkan, didasarkan pada kenyataan yang terjadi bahwa Nagekeo dan Kupang cocok untuk pengembangan industri garam guna mengatasi kebutuhan garam untuk kesehatan dan industri. Cukup banyak. Industri yang sangat membutuhkan garam antara lain pocari sweet, industri makanan, minuman dan lain-lain.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya