berita2.com (Kupang, NTT): Sebanyak 269 rumah, 7 sekolah, dan 2 masjid yang tersebar pada tujuh kecamatan di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terendam air laut akibat gelombang pasang yang terjadi sejak Selasa (25/1) malam hingga Rabu malam 26 Januari 2011.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka Heriando Siku yang dikonfirmasi, Kamis 27 Januari 2011 . Bangunan yang digenangi air dan yang rusak tersebut tersebar di Kecamatan Alok, Alok Timur, dan Alok Barat yang terletak di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.
Kecamatan lainnya yang berada di luar Maumere yakni Talibura, Magepanda, Kewapante, dan Kangae. Sejak Selasa malam 25 Januari 2011, pihaknya bersama Tagana dan warga di sekitar lokasi bencana mengevakuasi lebih dari 400 warga ke penampungan sementara yang ada di Waioti, Nangahale, dan Talibura.
"Jumlah warga yang dievakuasi dan menempati posko penampungan sementara sekitar 439 orang," katanya. Pihaknya telah membuka tiga dapur umum untuk melayani kebutuhan makan minum bagi korban gelombang pasang tersebut di Waioti, Nangahale, dan Talibura.
Untuk memenuhi kebutuhan dapur umum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial menyalurkan bantuan berupa beras, mi, dan bantuan tanggap darurat lainnya. Jumlah rumah yang rusak akibat dihantam gelombang pasang di antaranya di Waioti Kecamatan Alok Timur sebanyak 23 rumah, di Nangahale 30 rumah, dan Talibura 55 rumah.
Rumah lain yang rusak yakni Geliting 10 rumah, Patisomba 10 rumah, Waturia delapan rumah, Bebeng 30 rumah, Kampung Buton 21 rumah, Kojadoi 12 rumah, dan sisanya di Kojagete dan beberapa pulau kecil di Teluk Maumere. Dua masjid yang terendam air dan nyaris roboh yakni Masjid Labuan Tour dan Masjid Nurul Iman Kojadoi.
Sekolah yang digenangi air di antaranya Madrasah Ibtidayah (MI) Muhammadiyah Al-Fatah, MTs Muhammadiyah Al-Fatah Nangahale, dan SD Waioti.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya