berita2.com (Kupang, NTT): Harga ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Oeba, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/1), naik mencapai seratus persen. Kenaikan terjadi karena sejumlah nelayan tidak melaut akibat cuaca buruk yang mengakibatkan hasil tangkapan mereka berkurang.
Cuaca buruk kembali melanda perarain NTT sejak Senin 24 Januari 2011 sampai Rabu 26 Januari 2011, hujan deras disertai angin kencang masih melanda daerah itu. Akibatnya, sebagian besar nelayan memilih tidak melaut.
Para nelayan menyembunyikan perahu di lokasi yang aman di sekitar TPI. Sementara itu, nelayan di perkampungan nelayan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima menyembunyikan perahu hingga kawasan Sulamu, lokasi yang berjarak sekitar lima mill di bagian barat Oesapa.
Sesuai pantauan, harga jual ikan kombong ukuran kecil naik dari harga sebelumnya Rp10.000 per enam ekor menjadi Rp20.000 per 6 ekor. Sedangkan ikan kombong ukuran besar naik menjadi Rp30.000 per 6 ekor dari harga Rp15.000 per 6 ekor.
Ikan Ekor Kuning naik sampai Rp50.000 per ekor dari harga sebelumnya Rp30.000 per ekor. Cakalang ukuran besar naik dari Rp15.000 per ekor menjadi Rp30.000 per ekor. Ikan kakap naik menjadi Rp40.000 per ekor dari harga sebelumnya Rp20.000 per ekor.
Rudolf Ama, nelayan setempat mengatakan, kenaikan harga ikan tidak bisa dihindari karena hasil tangkapan nelayan sedikit. Namun, kondisi itu membuat pembeli beralih membeli sayuran dan daging ayam harganya relatif lebih murah.
"Harga daging ayam berkisar Rp24.000 per ekor," katanya.
Adapun teri yang biasanya dipasarkan di Pasar Tradisional di Kelurahan Oesapa naik sebesar Rp850 per kilogram dari harga Rp45.000 per kilogram menjadi Rp45.850 per kilogram.
Di Perkampungan Nelayan Namosain, Kelurahan Alak, puluhan nelayan juga tidak bersedia melaut menyusul cuaca buruk tersebut. Seperti Hamzah, nelayan asal Sulawesi Selatan yang memilih menyelamatkan perahunya ke pantai untuk mengantisipasi terjangan ombak. Namun, jika cuaca mulai membaik, nelayan memutuskan segera kembali melaut.
"Kami bisa melaut antara lima sampai 10 mil dari pelabuhan karena tidak ingin bertemu ombak besar di laut,"katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya