berita2.com (Kupang, NTT): Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Nusa Tenggara Timur memperkirakan, musim tanam 2010/2011 produksi padi ditargetkan 567.243 ton terdiri atas padi sawah 440.999 ton dan padi ladang 136.896 ton.
“Target ini ditetapkan berdasarkan angka ramalam (Aram) II dengan merujuk pada pendapatan produksi tiga tahun terakhir, terhitung 2008 - 2010,” kata Kepala BKPP NTT Nikolaus Bala Nuhan di Kupang, Senin 24 Januari 2011.
Menurutnya, berdasarkan angka ramalan II yang dikeluarkan Dinas Pertanian dan Perkebunana Nusa Tenggara Timur, produksi padi musim tanam 2010/2011 diprediksi mengalami penurunan signifikan hingga (-6,6 persen) dari tahun sebelumnya (2009) sebanyak 607.359 ton.
Penurunan produksi ini, katanya, disebabkan oleh anomali iklim yang terjadi pada tahun ini di mana curah hujan sangat minim dan tidak teratur menyebabkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian tanaman pangan seperti padi ladang dan sawah mengalami penurunan.
“Dari aspek potensi sangat memungkinkan terjadi produksi melebihi produksi 2009, namun hal ini tidak tercapai karena cuaca ekstrim yang mengakibatkan terjadi gagal tanam, kerusakan tanaman akibat banjir dan gagal panen serta sebab lainnya,” jelasnya.
Dia menyebutkan, potensi lahan pertanian di Nusa Tenggara Timur terdiri atas lahan basah (sawah) dan lahan kering (ladang) cukup memadai untuk menambah produksi, meski dari aspek pemanfaatan masih jauh dari harapan. Potensi lahan sawah 262.407 ha dan yang difungsikan seluas 127.208 ha atau baru 48,48 persen
Dia mengatakan, lahan sawah yang dapat ditanami dua kali dalam setahun seluas 59.832 ha dan yang hanya satu kali ditanam per tahun seluas 29.288 ha. Sementara potensi lahan kering adalah seluas 1.5528.258 ha dan yang fungsional seluas 689.112 ha atau 45,09 persen.
Dia menambahkan, untuk mengatasi penurunan produksi dan pemanfaatan lahan maksimal, maka ke depan perlu mengoptimalkan sentra-sentra produksi padi di NTT yang terdapat di kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Rote Ndao, Kupang, Sumba Timur, Sumba Barat Daya dan Nagekeo.
“Pengoptimalan ini penting dilakukan selain untuk meningkatkan produksi juga menambah produktivitas hasil padi sawah yang rata-rata setiap tahun sebanyak 3,6 ton/ha dan padi ladang hanya 2,1 ton/ha per tahun,” ujarnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya