berita2.com (Kupang, NTT): Harga cabai di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melambung lagi setelah sempat turun pekan lalu. Kenaikan harga itu disebabkan berkurangnya pasokan cabai ke pasar akibat cuaca buruk yang mengakibatkan armada pelayaran tidak beroperasi.
Pantauan pada Senin 24 Januari 2011, Di Pasar Tradisional Kasih, Kelurahan Naikoten I, harga cabai merah keriting naik dari Rp25.000 per kilogram (kg) menjadi Rp35.000 per kg. Sedangkan cabai merah naik dari Rp21.000 per kg menjadi Rp35.000per kg.
Akan tetapi kenaikan harga cabai itu belum dikeluhkan warga. Sebelumnya harga cabai merah dan cabai merah keriting sempat naik sampai Rp50.000 per kg, namun turun setelah pasokan cabai dari petani ke pasar kembali normal.
Ina Kase, penjual cabai di Pasar Kasih, mengatakan, harga cabai naik karena stok di penjual mulai berkurang. Hal ini disebabkan, pasokan cabai dari Flores dan daerah lainnya di Pulau Timor berkurang.
Untuk wilayah Flores, sejak dua pekan lalu, operator pelayaran menghentikan operasional seluruh armada pelayaran akibat gelombang tinggi di perairan. Sedangkan, di Pulau Timor menurut Ina, cabai milik petanirusak akibat hujan.
Kepala Dinas perindustrian dan Perdagangan NTT Edy Ismail membenarkan kenaikan harga cabai."Kenaikan harga cabai terjadi karena distribusi dari petani tersentat akibat cuaca buruk," katanya di Kupang, Senin.
Tidak itu saja. Kata Edy, Harga bawang merah juga turut melonjak yakni naik dari Rp20.000per kg menjadi Rp26.000per kg. Harga sayuran pun ikut-ikutan naik, diantaranya harga wortel naik menjadi Rp18.000 per kg dari harga sebelumnya Rp15.000 per kg. Harga kol buah sebelumnya Rp7.000 ribu per kg menjadi Rp12.000 per kilogram. "Pasokan hasil pertanian dari petani minim sehingga memicu kenaikan harga di pasar," jelasnya.
Pedagang lainnya Sofia Ngaro mengaku mulai kesulitan membeli cabai dan sayuran dari petani untuk dijual lagi di pasar. Untuk itu, ia harus mendatangi langsung petani di desa-desa untuk membeli sayuran. Namun itu pun butuh perjuangan panjang karena saat ini wilayah NTT masih terus diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Hujan yang terus-menerus dikhawatirkan merusak sayuran termasuk cabai. "Sekarang sulit untuk dapat cabai dan sayur untuk dijual. Kalau pun dapat harganya pasti mahal," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya