berita2.com (Kupang, NTT): Persediaan bahan pokok seperti beras, gula pasir dan minyak goreng untuk Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga saat ini masih dalam kondisi aman.
“Persediaan yang ada masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya sampai dua bulan ke depan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTT, Eddy.H. Ismail, di Kupang, Sabtu 22 Januari 2011.
Menurut Eddy, persediaan beras yang ada di gudang Bulog Divre NTT sebenyak 24.638 ton, sedangkan beras antarpulau sebanyak 2.122 ton. Sementara persediaan kebutuhan lain seperti gula pasir, minyak goreng dan terigu masih mencukupi.
Dia menjelaskan, bahan kebutuhan pokok yang persediaannya juga masih cukup antara lain telur ayam sebanyak 42,15 ton dan kacang kedelai 107,25 ton. Sedangkan persediaan minyak tanah masih ada sebesar 2.540 kilo liter.
Eddy meminta masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok khusus beras, gula pasir, minyak goreng dan terigu, karena sejak bulan September 2010 lalu, pihaknya telah meminta para distributor yang ada untuk mempersiapkan persediaan yang cukup, guna mengantisipasi musim hujan dan cuaca buruk.
"Pemerintah Propinsi NTT melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak September 2010 lalu, telah memanggil semua pengusaha atau distributor untuk memasok bahan pokok sebanyak- banyaknya dalam rangka menjaga ketersediaan bahan pokok di wilayah NTT saat musim hujan seperti saat ini," ujarnya.
Salah seorang distributor bahan kebutuhan pokok di Kota Kupang, Guido Fulbertus, yang ditemui pada kesempatan terpisah ,mengatakan, dari beberapa bahan pokok yang disiapkannya, hanya stok terigu yang mulai menipis.
“Menipisnya persediaan terigu karena permintaan yang melonjak pada Hari Raya Natal 2010 lalu dan perayaan Tahun Baru 2011. Namun, tidak perlu khawatir karena masih ada sejumlah kapal belum bongkar terigu di pelabuhan Tenau Kupang karena hujan,” katanya..
Disinggung tentang kenaikan harga bahan pokok di berbagai pasar, Guido mengatakan, kenaikan harga biasanya dipicu oleh ketersediaan bahan pokok. Jika persediaannya menipis, harganya mengalami sedikit kenaikan Tetapi itu tidak berlangsung lama.
“Yang terjadi saat ini, persediaan bahan pokok di wilayah-wilayah penghasil sudah tidak ada lagi sehingga kenaikan harga yang terjadi berasal dari sumbernya, sedangkan penyalur hanya mengikuti kenaikan harga yang terjadi,” tambahnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya