berita2.com (Kupang,NTT): Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalokasikan dana sebesar Rp10 miliar untuk mengatasi bencana yang melanda daerah itu.
"Tahun ini, kita siapkan dana bencana sebesar Rp10 miliar," kata Sekretaris daerah (Sekda) NTT, Frans Salem di Kupang, Rabu 19 Januari 2011 .
Dia mengatakan, walaupun NTT telah dilanda bencana selama sepekan ini, seperti longsor, banjir, tanah longsor, gelombang pasang dan puting beliung yang menyebabkan ribuan warga mengungsi, namun dana bencana belum dimanfaatkan oleh pemerintah NTT.
Bencana yang terjadi di NTT selama sepekan ini, menurut Frans, masih dalam skala kecil, sehingga masih bisa ditangani oleh pemerintah Kabupaten/kota. "Bencana di NTT masih dalam skala kecil. Jadi masih ditangani daerah," katanya.
Sebanyak delapan kabupaten di NTT dalam sepekan ini dilanda bencana alam, seperti angin puting beliung yang melanda Kota Kupang, Sumba Timur dan kabupaten Kupang. Longsor di Kota Kupang, Manggarai dan Timor Tengah Utara.
Selain itu, bencana banjir yang melanda Kabupaten Flores Timur dan Belu, serta gelombang pasang di Kabupaten Sikka.
Pemerintah NTT, tambahnya, akan menyalurkan bantuan bagi korban bencana Merapi di Jogjakarta, Tsunami di Mentawai, Sumatera Barat dan Lonsgor di Wasior, Papua.
Sekda mengatakan, pemerintah NTT telah mengumpulkan dana dari pegawai sebesar Rp300 juta yang akan disumbang bagi korban bencana di tiga provinsi tersebut. Setiap provinsi akan disalurkan dana sebesar Rp100 juta. "Rencananya dana itu akan diserahkan dalam satu atau dua hari ke depan ," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya