berita2.com (Kupang, NTT): Penyaluran bantuan ke Kelurahan Waibalun, Kabupaten Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terhambat cuaca buruk, akibat gelombang tinggi yang melanda perairan NTT.
"Penyaluran bantuan belum bisa didistribusikan ke Larantuka, karena harus menggunakan pelayaran, sedangkan kapal Fery belum diizinkan berlayar," kata Kepala Dinas Sosil NTT, Sinun Petrus Manuk di Kupang, Selasa 18 Januari 2011.
Banjir melanda Kabupaten Flores Timur Minggu 16 Januari 2011 malam akibat hujan lebat yang melanda wilayah itu mengakibatkan kali yang berada di lereng gunung Mandiri meluap dan merendamkan sedikitnya 150 rumah di wilayah itu.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tapi beberapa rumah warga hanyut terbawa banjir. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Bantuan yang masih terhambat dan tertahan di Dinas Sosial NTT berupa, beras, makanan siap saji, terpal dan perkakas dapur umum.
Bantuan ini, menurut dia, harus disalurkan menggunakan kapal Fery, karena barang- barang tersebut tidak bisa diangkut menggunakan pesawat. Bantuan yang telah didistribusikan, lanjutnya, hanya berupa pakaian layak pakai yang dikirim melalui pesawat via Maumere.
Ferdi, warga Waibalun yang dihubungi pada kesempatan terpisah mengatakan, hingga saat ini ribuan warga Kelurahan Waibalun masih bertahan di tempat-tempat pengungsian, seperti gereja dan puskesmas setempat.
"Siang hari, warga kembali ke rumah mereka untuk mengurus hewan peliharaan, namun malam hari mereka kembali ke tempat pengungsian," katanya.
Akibat banjir yang menyebabkan ribuan warga mengungsi tersebut, maka pemerintah daerah setempat mengeluarkan status siaga I banjir di daerah itu.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya