berita2.com (Kupang): Sebanyak 23 rumah warga di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan terendam banjir akibat hujan lebat yang melanda wilayah itu sejak 10-13 Januari 2011.
Banjir tersebut disebabkan meluapnya sungai Rotiklot yang melintas di Kecamatan Kakuluk Mesak. Ketinggian Banjir mencapai 1-2 meter menggenangi perumahan warga di desa tersebut.
Kepala Dinas Sosial Belu, Arnold Bria dalam laporannya kepada Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang diterima, Jumat (14/1) menyebutkan banjir tersebut mengakibatkan 23 rumah mengalami rusak ringan, dan sebuah sumur warga tertup air disertai lumpur.
Selain itu, sedikitnya 42 ekor ternak warga, seperti kambing, ayam dan babi hilang serta lahan warga seluas 85 hektare hancur, dan 185 hektare lainnya mengalami rusak ringan. Sehingga dipastikan warga di desa tersebut mengalami gagal panen.
Karena itu, pihaknya meminta bantuan pemerintah provinsi berupa makanan siap saji, beras, peralatan dapur, pakaian layak pakai untuk anak-anak, selimut serta tikar. "Ini merupakan kebutuhan mendesak dari para korban banjir," katanya.
Pemerintah Kabupaten Belu, menurut dia, telah mengambil langkah penanganan dengan memberikan bantuan emergensi berupa makanan siap saji dan beras, serta pembuatan bronjong perbaikan alur sungai Rotiklot. "Warga masih bertahan di rumah mereka yang tergenang banjir," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya