berita2.com (Kupang): PT (Persero) Indonesia Ferry (IF) Cabang Kupang akan menambah enam lintasan perintis baru untuk pelayaran kapal feri antar pulau di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Penambahan lintasan baru itu bertujuan membuka isolasi dan akses pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat NTT.
Demikian penjelasan Manajer Operasi PT IF Cabang Kupang, Arnol Yansen, di Kupang, Kamis 13 Januari 2011.
Menurut Arnol, selama ini operasional kapal feri tidak bisa menjangkau beberapa wilayah seperti Sabu ke Raijua, Rote ke Ndao dan beberapa wilayah lainnya, sehingga manajemen telah mengusulkan untuk penambahan lintasan baru.
"Kami berencana tambah enam lintasan baru sehingga jumlahnya menjadi 24 lintasan perintis di NTT. Sebab sebelumnya hanya terdapat 18 lintasan perintis," kata Arnol.
Dia menyebutkan, enam lintasan perintis baru yang hendak dibuka adalah lintasan Sabu- Raijua, Raijua Pulau Ndana, Rote-Ndao, Sikka-Pulau Geliting, Palue-Pemana dan Sikka-Pulau Besar.
"Ini aspirasi dari masyarakat yang diteruskan kepada kami untuk pembukaan lintasan pelayaran baru itu. Kita harap setelah ada pembahasan subsidi pelayaran, maka sudah bisa ditindaklanjuti. Lintasan baru ini untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di sejumlah pulau itu," tandas Arnol.
Arnol menambahkan, usulan masyarakat tersebut sudah disampaikan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut RI dan sudah ada persetujuan. Namun, saat ini masih menunggu pembahasan subsidi bagi pelayaran.
Selain lintasan perintis, ada juga lintasan komersil yaitu lintasan yang biasa operasionalnya bisa diperoleh dari biaya perjalanan satu trip, karena penumpang dan barang yang diangkut tarifnya bisa menutupi biaya operasional.
"Lintasan komersial terdiri dari enam lintasan, yaitu lintasan Kupang-Rote, Kupang- Larantuka, Kupang-Kalabahi, Kupang- Sabu, Kupang-Aimere dan lintasan Kupang- Waingapu," ujarnya.
30 Lintasan Menurut Arnol, dengan adanya penambahan enam lintasan perintis, maka di NTT terdapat 30 lintasan yang terdiri dari 24 lintasan perintis dan enam lintasan komersil yang dilayani oleh kapal feri.Sebagian dari kapal perintis disubsidi oleh pemerintah pusat, sedangkan untuk angkutan sungai, danau dan penyeberangan (ASDP) terdapat 10 unit, ditambah satu unit yaitu KMP Ile Boleng yang masih dikelola Dinas Perhubungan NTT.
Arnol merincikan, dari 10 armada itu, PT (Persero) Indonesia Ferry Cabang Kupang mengoperasikan tujuh armada, masing-masing KMP Ile Ape, KMP Ile Mandiri, KMP Cucut, KMP Uma Kalada, KMP Balibo, KMP Rokatenda dan KMP Namparnos yang melayani rute Kalabahi-Baranusa-Lembata-Larantuka. KMP Namparnos ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Alor, sedangkan KMP Ile Boleng masih dikelola oleh Pemerintah Propinsi NTT.
Dua armada lainnya dikelola PT Indonesia Ferry Cabang Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan rute lintasan Labuan Bajo-Sape (NTB) dan Sape-Waekelo (Sumba Barat Daya). Ada juga satu armada yang dikelola PT Flobamor, yaitu KMP Pulau Sabu dengan lintasan yang dilayani Teluk Gurita - Kisar (Maluku Barat Daya).
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya