berita2.com (Kupang): Pemerintah Provinsi NTT dalam Tahun Anggaran 2011 ini, mendapat bantuan satu unit kapal ferry (kapal penyeberangan perintis) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Rencananya, kapal tersebut akan melayani rute pelayaran Kupang- Ende, pergi-pulang (PP),” kata Kepala Dinas Perhubungan NTT, Bruno Kupok di Kupang, Selasa 11 Januari 2011.
Bruno menjelaskan, tahun 2011 pemerintah pusat melalui Kemenhub memberikan bantuan kapal penyeberangan perintis sebanyak 16 unit di seluruh Indonesia dan NTT mendapat satu unit diantaranya.
Kapal tersebut, katanya, merupakan proyek multiyears selama dua tahun dan pengerjaannya dimulai tahun ini. “Kapal bantuan tersebut dengan kapasitas 750 gross ton (GT). Kapal ini rencananya akan dioperasikan untuk pelayaran penumpang tujuan Kupang- Ende. Tahun 2012, kapal ini sudah mulai dioperasikan untuk melayani mobilitas orang dan barang sesuai rute yang ditetapkan,” ujar Bruno.
Menurutnya, kapal bantuan ini merupakan kapal baru yang mulai dikerjakan tahun 2011 ini. Pengerjaan kapal ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp35 miliar yang dikerjakan dalam dua tahap. Rinciannya, pembangunan tahap satu sebesar Rp12,5 miliar dan tahap dua sebesar Rp22,5 miliar.
“Kapal bantuan ini untuk membuka daerah-daerah yang masih terisolir dan memenuhi kebutuhan pelayaran masyarakat. Memang masih banyak daerah di NTT yang belum terlayani pelayaran,” jelasnya.
Dia menambahkan, dengan bantuan kapal ini maka pemerintah NTT telah mendapat bantuan kapal sebanyak dua buah. Dimana, pada tahun 2010 lalu mendapat bantuan kapal Ile Boleng yang telah dioperasikan dengan rute Kupang- Lewoleba.
“Dua kapal yang telah dan akan dikelola pemerintah NTT tersebut merupakan aset Departemen Perhubungan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyeberangan Dinas Perhubungan NTT, Jusuf Adoe menyampaikan, walaupun NTT mendapat bantuan dua unit kapal penyeberangan, namun masih mengalami kekurangan. Sebagai provinsi kepulauan, tentunya harus membutuhkan banyak kapal. Sedikitnya NTT masih kekurangan tiga unit kapal untuk melayari rute penyeberangan di NTT.
Jusuf menambahkan, saat ini NTT dilayani sembilan kapal pelayaran dari idealnya dilayani 16 kapal. Dari jumlah kapal tersebut, tiga kapal dikelola pemerintah provinsi yakni KMP Pulau Sabu, Ile Boleng dan kapal ketiga sedang dalam proses pengerjaan.
Selain kapal yang dikelola Pemrpov NTT, saat ini untuk melayani kebutuhan tranportasi laut di daerah ini, PT (Persero) ASDP Cabang Kupang, mengelola tujuh kapal yakni KMP Balibo, Ile Mandiri, Rokatenda, Ile Ape, Umakalada, dan Cucut, ditambah dua kapal perintis yakni KM Nemberala dan Nangalala.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya