berita2.com (Kupang): Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam tahun 2011 menyediakan lahan seluas 500 hektar di Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat sebagai pusat pengembangan, pembibitan dan penggemukan sapi.
”Program ini merupakan kerja sama Pemda Belu, pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan kalangan swasta untuk memperbaiki genetika sapi bali (timor) yang sudah menurun populasinya belakangan ini,” kata Bupati Belu, Joachim Lopez, saat dihubungi ,Senin.
Lopez menjelaskan, Pemda Belu sesungguhnya sangat mendukung program Pemerintah Provinsi NTT untuk mengembalikan NTT sebagai gudang ternak nasional. Wujud dukungan dari Pemda Belu adalah mempersiapkan lahan seluas 500 ha di Bakustulama untuk program pengembangan bibit dan penggemukan sapi.
Selain di Bakustulama, kata Lopez, target pengembangan berikutnya di Kapitan Meo, Belu di atas lahan seluas 350 hektar yang merupakan kerja sama Pemda Belu dengan Pemprop NTT.
"Dari hasil pertemuan terakhir bersama Dirjen Peternakan, saat ini tim khusus tengah melakukan kajian teknis di lapangan. Kita berharap dalam waktu dekat program pembibitan dan penggemukan sapi sudah bisa berjalan di kawasan Bakustulama menyusul di Kapitan Meo," jelasnya.
Dia menambahkan, pemerintah pusat sudah menyetujui anggaran yang akan untuk program pengembangan sapi di Bakustulama sebesar Rp 40 miliar. Dengan dana itu akan dikondisikan dengan luas areal termasuk sarana prasarana pendukung kegiatan di lapangan.
Menurutnya, Langkah yang ditempuh Pemda Belu bersama Pemerintah Provinsi NTT dan pusat dengan menggandeng pihak swasta guna mengembalikan julukan Timor sebagai penghasil sapi nasional, perludidukung masyarakat daerah ini.
"Harus diakui, saat ini terjadi krisis genetika sapi bali. Kita sulit mendapatkan populasi, padahal beberapa tahun lalu sapi dari NTT merajai pasaran nasional. Dengan kita memulai program pengembangan ternak sapi di Bakustulama ke depan kita berharap Belu menjadi kabupaten ternak bisa terwujud. Visi Pemda Belu menjadikan Belu sebagai sentra produksi ternak sapi di daratan Timor akan terjawab," tambahnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya