berita2.com (Kupang): Manajemen Bank NTT mencanangkan 2011 sebagai tahun peluang. Prioritas pertama meningkatkan akses layanan jasa perbankan sampai ke kota kecamatan di seluruh NTT dengan membuka 50 kantor unit simpan pinjam desa di 50 kecamatan.
Direktur Utama (Dirut) Bank, Daniel Tagu Dedo, pada acara Press Gathering bertajuk, "Bank NTT Menuju Bank Terkemuka di NTT," di Kupang, Kamis (3/12) , menyebutkan, misi pembukaan 50 jaringan kantor di kecamatan itu untuk menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan kredit mikro di kecamatan.
"Fisik kantornya tidak perlu besar-besar, ukuran maksimal 6 x 15 meter. Yang penting fungsi perbankannya jalan. Bila perlu di setiap kantor kecamatan di NTT Bank NTT mempunyai kantor kas tersendiri," ujar Tagu Dedo.
Didampingi Direktur Pemasaran, Ibrahim Imang; Direktur Umum, Adrianus Ceme; Direktur Kepatuhan, Eduardus Bria Seran; Komisaris Independen, Fred Benu, dan Benyamin K Lebe, Tagu Dedo melukiskan pembukaan 50 kantor jaringan itu sebagai peningkatan citra atau image Bank NTT sebagai bank yang sehat, kuat dan terpercaya.
Pencitraan lainnya dilakukan melalui peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan (SDM) melalui program pendidikan dan pelatihan bagi setiap karyawan dan pimpinan, penguatan sistem dan prosedur kerja, pembenahan infrastruktur/sarana kerja, peningkatan sarana/prasarana dengan menambah jumlah ATM menjadi 84 unit, 200 mesin electronic data capture, penambahan dan standarisasi gedung operasional kantor serta perbaikan komunikasi dengan stakeholder (internal maupun eksternal). Juga menggelar kegiatan Corporate Social Renposibility (CSR) secara terpadu.
"Muaranya mewujudkan tekad Bank NTT menjadi Bank Terkemuka (Regional Champion) di NTT," tegas Tagu Dedo.
Tagu Dedo menjelaskan, selain membuka 50 kantor jaringan, langkah strategis prioritas pertama lain yang dilakukan manajemen pada 1-2 tahun ke depan adalah penguatan struktur permodalan melalui penjualan saham di pasar modal tahun 2012; meningkatkan citra Bank NTT melalui repositioning image corporate; memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan, antara lain standarisasi ISO untuk teller dan customer service dan pengembangan produk/jasa bank.
Dia menyebutkan, langkah strategis prioritas kedua pada kurun waktu 2-5 tahun ke depan, antara lain, membangun kerja sama strategis dengan lembaga keuangan bukan bank (LKBB) dan bank, peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) non pemda, meningkatkan komposisi kredit pada sektor produktif khususnya pada skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pengembangan teknologi informasi.
Perihal target bisnis 2011, dia menjelaskan tetap selaras dengan dua grand target Bank NTT, yakni berperan aktif dalam program penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di NTT, dan wujudnya melalui pembiayaan usaha produktif pada skala usaha mikro, kecil dan menengah. dan, mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan infrastruktur pelayanan publik dan industrialisasi komoditi unggulan daerah.
Untuk mencapai dua grand target itu, Tagu Dedo menyebutkan delapan kebijakan umum yang ditetapkan Direksi Bank NTT, antara lain penguatan struktur sumber dana. Hal ini untuk memitigasi terjadinya maturity miss-match dalam pengelolaan dana melalui penerbitan obligasi dan atau instrumen keuangan berjangka menengah dan panjang.
Selain itu, katanya, meningatkan penghimpunan sumber dana tabungan, deposito dan giro non pemda, revisi kebijakan perkreditan. disesuaikan dengan struktur sumber dana yang dimiliki dan potensi ekonomi unggulan di NTT, meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM, disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan dinamika bisnis Bank NTT dengan fokus terciptanya sales culture, nilai-nilai korporasi, prinsip-prinsip perbankan yang sehat dan good corporate governance (GCG).
“Ke depan, tambahnya, Bank NTT akan memperluas jaringan pelayanan di kecamatan dan desa berpotensi di NTT, pengembangan sistem aplikasi pelayanan operasional, standarisasi sistem pelayanan operasional. standarisasi gedung kantor cabang pembantu dan kantor kas dan peningkatan penggunaan tools internal control dan risk management dalam rangka meningkatkan budaya kepatuhan kepada peraturan.”katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya