berita2.com (Kupang): Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2011 mendatang naik sekitar 9,93 persen, dari target Rp 1,07 trilliun menjadi Rp 1,203 triliun.
“Kenaikan pendapatan daerah ini, menentukan posisi pemerintah dalam mewujudkan arah kebijakan berbagai program dan kegiatan pada tahun anggaran 2011 mendatang,” kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Kupang, Sabtu.
Menurut Lebu Raya, pendapatan sebesar itu berasal dari tiga komponen yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 343 miliar lebih, dana perimbangan Fp 859 miliar lebih dan lain-lain pendapatan yang masih menunggu kucuran dari pemerintah pusat.
Khusus untuk sumber pendapatan asil daerah, jelasnya, pemerintah tetap mengoptimalkan pemanfaatan dan pemberdayaan asset daerah dalam rangka pelayanan publik, dan memberdayakan perusahaan daerah dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).
“APBD Tahun 2011, disusun berdasarkan penentuan skala prioritas program dan bagaimana mengatasi masalah-masalah tersebut dalam mengaplikasikan semua program yang ada ,” jelasnya.
Dia mengatakan, dilihat dari sisi pembiayaan, tahun 2011 mendatang, anggaran pembangunan masih mengarah pada pencapaian delapan agenda pembangunan dan empat tekad pemerintah daerah yakni menjadikan NTT sebagai Provinsi Jagung, Provinsi Ternak, Provinsi Koperasi dan Provinsi Cendana.
Selain itu, ujarnya, mulai tahun 2011 mendatang, pemerintah mulai fokus pada program Desa Mandiri Anggur Merah, pada 478 desa/kelurahan termiskin di NTT dengan menggelontorkan dana kepada masing-masing desa sebesar Rp 250 juta, sebagai dana pemberdayaan masyarakat.
“Dana tersebut, merupakan dana hibah dari pemerintah provinsi kepada desa yang bersangkutan, untuk pemberdayaan masyarakat dan untuk selamanya tetap dikelola oleh masyarakat desa,” katanya.
Untuk memenuhi terkad tersebut, tambahnya, pemerintah telah melakukan restrukturisasi anggaran hingga perbandingan antara belanja langsung dan belanja tidak langsung menjadi 40 : 60. “Ini demi mewujudkan program pro rakyat,” imbuhnya.
Kata dia, dalam pos pembiayaan dalam APBD 2011 mendatang, juga diarahkan pada sektor riil melalui kegiatan investasi usaha ekonomi skala mikro, menengah dan koperasi.
“Hal itu demi menggairahkan usaha ekonomi mikro dan menengah serta koperasi, yang menjadi tulang punggung perekonomian rakyat,” katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya