berita2.com (Kupang): Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya meminta kepada seluruh aparat desa di daerah itu untuk siaga mengantisipasi kasus traffiking atau perdagangan manusia.
"Saya sudah minta semua aparat desa untuk mengidentifikasi setiap orang asing yang masuk ke daerah mereka," kata Lebu Raya di Kupang, Jumat 17 Desember 2010.
Pernyataan Gubernur menanggapi dugaan kasus traffiking yang menimpa 13 anak asal Desa Oelnasi, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Anak-anak tersebut rencananya akan dimasukan ke Panti Asuhan Dorkas di Porong, Sidoarjo.
Menurut dia, kepala desa wajib mengetahui setiap warga baru yang masuk ke wilayahnya, dan mengidentifikasi tujuan orang tersebut. Jika ingin merekrut anak-anak dari daerah itu, maka harus melalui prosedur yang jelas. "Harus ada ijin orang tua dan pemerintah setempat," katanya.
Tidak hanya kepala desa, Gubernur juga mengingatkan orang tua agar lebih selektif untuk menyerahkan anaknya kepada pihak lain dengan tujuan di sekolahkan. "Orang tua harus selektif, sebelum menyerahkan anak mereka," katanya.
Dia mengatakan, masalah utama terjadinya traffiking di NTT karena masalah pendidikan dan ekonomi. "Keterbatasan ekonomi dan rendahnya pendidikan, faktor penyebab terjadinya traffiking," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) NTT, Yesekial Natonis, mengatakan, pemerintah Kabupaten TTS lebih gencar melakukan sosialisasi ke desa-desa mengenai tata cara mencari kerja di luar negeri atau sekolah di Jawa agar para orang tua tidak tergoda oleh bujuk rayu para calo.
"Dalam sebulan ini saja, puluhan anak dari TTS dibawa ke luar Pulau Jawa tanpa melalui prosedur resmi. Ada yang mau dijadikan sebagai TKI di Malaysia dan ada yang mau disekolahkan, sehingga harus dilakukan sosialisasi ke desa-desa supaya masyarakat bisa paham," katanya.
Untuk diketahui sebanyak 13 anak asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) diduga menjadi korban traffiking. Namun, upaya dugaan traffiking yang dilalakukan Godlif berhasil digagalkan KP3 Udara Bandara El Tari Kupang .
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


















