berita2.com (Kupang): Penyebaran virus HIV/AIDS di Kupang sudah sangat mengerikan. Pada posisi Desember 2009, jumlah kasus "hanya" 99 dan melejit menjadi 252 kasus pada November 2010, atau naik sekitar 150 persen. Kebanyakan pengidap adalah pekerja seks komersial dan ibu rumah tangga.
Dari 252 kasus HIV/AIDS itu, kasus HIV terbanyak yakni 179 kasus dan 73 kasus AIDS. Para pengidap kebanyakan berusia antara 20 sampai dengan 35 tahun dari beragam latar profesi, yakni PSK, ibu rumah tangga, pegawai negeri sipil (PNS), TNI/Polri, buruh, sopir, tukang ojek, pelaut dan petani.
Pengidap terbanyak adalah PSK yaitu 16 persen. Di urutan kedua ibu rumah tangga 15 persen atau sebanyak 38 orang.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit pada Dinkes Kota Kupang, dr. Scholastika Daro, pada posisi Desember 2009, jumlah ibu rumah tangga yang mengidap HIV/AIDS hanya 5 persen dari 99 kasus. Namun pada posisi November 2010, jumlah ibu rumah tangga yang mengidap HIV/AIDS naik drastis menjadi 15 persen dari 252 kasus. "Terjadi kenaikan yang sangat mengkhawatirkan," kata Daro, di Kupang, Rabu 15 Desember 2010
Menurut Daro, 97 persen penularan HIV/AIDS melalui hubungan seks dan sisanya melalui jarum suntik Para pengidap itu didampingi LSM Flobamora Suport, tapi ada juga yang tidak mau didampingi.
Data dari Dinkes NTT per Juni 2010, jumlah kasus HIV/AIDS di NTT sebanyak 1.129, yaitu 353 kasus HIV, 481 kasus AIDS dan 291 orang pengidap HIV/AIDS sudah meninggal dunia.
Salah satu kelompok masyarakat yang harus dilindungi dari penularan virus yang melumpuhkan sistem kekebalan tubuh itu adalah kelompok remaja. "Untuk itulah kami melakukan kegiatan ini yang melibatkan anak-anak remaja. Kita berharap dengan memperoleh pengetahuan dan pemahaman mengenai bahaya HIV/AIDS, anak-anak remaja bisa terhindar dan menjadi konselor di kalangan mereka," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya